Logika Kocak Komika Bintang Emon Sindir Kasus Novel Baswedan
TEMPO.CO | 13/06/2020 19:43
Penyidik senior KPK, Novel Baswedan saat bersaksi dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadapnya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis, 30 April 2020. Akibat penyerangan tersebut mata kiri Novel sudah mengalami kebutaan total, sementara
Penyidik senior KPK, Novel Baswedan saat bersaksi dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadapnya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis, 30 April 2020. Akibat penyerangan tersebut mata kiri Novel sudah mengalami kebutaan total, sementara pengelihatan di mata kanannya di bawah 50 persen. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Komika Bintang Emon kembali viral saat menyindir kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Seperti diketahui, jaksa menuntut dua terdakwa penyiram air keras terhadap Novel Baswedan dengan hukuman satu tahun penjara.

Jaksa menyatakan para terdakwa tidak sengaja melakukan penyiraman air keras tersebut pada 11 April 2017. Bintang Emon menyampaikan sejumlah kejanggalan dalam tuntutan itu. Dia menggunakan logika berpikir sederhana yang membuat masyarakat mudah memahami dan menyampaikannya dengan bahasa yang kocak.

"Katanya enggak sengaja, tapi kok bisa terkena muka? Kita tinggal di bumi, gravitasi pasti ke bawah. Menyiram badan enggak mungkin meleset ke muka kecuali Pak Novel Baswedan memang jalannya handstand bisa lu protes, 'Pak hakim saya niatnya nyiram badan cuma gara-gara dia jalannya bertingkah jadi kena muka' bisa, masuk akal. Sekarang kita cek yang enggak normal cara jalannya Pak Novel Baswedan atau tuntutan buat kasusnya," kata Bintang Emon di Instagram TV pada Jumat, 12 Juni 2020.

Bintang Emon juara pertama Stand Up Comedy Academy (SUCA) 3 Indosiar.

Menurut pria bernama lengkap Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang, ini penyerangan tersebut bukanlah pelajaran untuk Novel Baswedan melainkan sudah masuk kasus kekerasan.

"Katanya cuma buat kasih pelajaran, lu kalau mau kasih pelajaran, Pak Novel Baswedan jalan lu pepet, lu bisikin, 'Eh tahu gak kita punya grup yang enggak ada lu-nya loh' pergi, nah pasti insecure 'Ih salah gue apa ya?', introspeksi Pak Novel, pelajaran jatuhnya. Air keras dari namanya udah keras, kekerasan gak mungkin keairan," kata Bintang Emon.

Ditambah lagi peristiwa penyiraman air keras itu terjadi pada seusai salat subuh. Menurut Bintang Emon, tidak masul akal jika para terdakwa beralasan tidak sengaja melakukannya. "Katanya enggak sengaja, tapi niat bangun subuh. Asal lu tahu subuh itu waktu salat yang godaan setannya paling kuat, banyak yang enggak bangun subuh. Gue, temen-temen gue, banyak yang kelewat. Tapi ini ada yang bangun subuh bukan buat salat subuh, tapi buat nyiram air keras ke orang yang baru pulang salat subuh," kata Bintang Emon.

"Jahat enggak? Jahat. Siapa yang diuntugin? Setan. Jadi ada pembenaran. Tuh kan bener kata gue mending tidur aja. Sekalinya melek nyelakain orang kan lu. Ngerasa benar setan gara-gara lu, respect setan sama lu, manteb-lah," kata Bintang Emon.

Pernyataan Bintang Emon tersebut mendapat banyak dukungan dari sejumlah figur publik. Di antaranya Ernest Prakasa, Vidi Aldiano, dan Anji. "Sudah mulai berani nih, mantap. Sebentar lagi bikin video minta maaf di Polda Metro," tulis Ernest. "Wihi keren lo pak berani speak up ginian. Respect," tulis Vidi Aldiano. "Respect. Mulai speak up hal-hal seru. Siap-siap nih Bung @fiersabesari," tulis akun Anji.

Najwa Shihab bahkan kembali mengunggah video pernyataan Bintang Emon terkait tuntutan terhadap dua terdakwa penyiran air keras ke Novel Baswedan itu di Instagramnya. "Enggak sengaja by @bintangemon. Maap. Enggak Sengaja juga repost ini," tulis Najwa dalam keterangan video tersebut.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT