Prilly Latuconsina Ungkap Dibully karena Berteman dengan Aliando
TEMPO.CO | 22/07/2020 23:42
Tak seperti para artis lainnya yang telah memiliki kemampuan supranatural sejak kecil. Prilly Latuconsina baru bisa melihat dan merasakan keberadaan makhluk halus di sekitarnya saat ia mendapatkan peran di film 'Danur: I Can See Ghost'. Saat itu, ia memin
Tak seperti para artis lainnya yang telah memiliki kemampuan supranatural sejak kecil. Prilly Latuconsina baru bisa melihat dan merasakan keberadaan makhluk halus di sekitarnya saat ia mendapatkan peran di film 'Danur: I Can See Ghost'. Saat itu, ia meminta agar mata batinnya dibuka supaya bisa mendalami ketakutan saat syuting dengan melihat makhluk gaib secara langsung. instagram.com/prillylatuconsina96

TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Prilly Latuconsina akhirnya membuka kisahnya dengan aktor Aliando Syarief. Menurut dia, Aliando adalah sahabat baiknya. "Dulu bestfriend banget. Cuma mungkin dia ingin fokus sendiri. Aku jujur masih anggap dia teman dekat aku," katanya menjawab pertanyaan Melaney Ricardo pada konten berjudul Curhat Prilly tentang Aliando, Bangkit dari Bullyan Netijen! dan Tas Seharga Mobil! yang tayang pada Senin, 20 Juli 2020.

Ia mengakui syuting stripping terus-terusan di sinetron Ganteng-ganteng Srigala itu membuatnya amat dekat dengan Aliando. Tapi ia menolak dikatakan terlibat cinta lokasi. "Jangan sampai karena aku ketemu tiap hari, terus jadi alasan aku harus sama dia. Takutnya nanti ada tidak cocok aku menghindari banget," ujarnya.  

Prilly Latuconsina menunjukkan walking closet di rumah barunya. Ia memiliki lemari khusus untuk tas Selena Gomez. (Youtube)

Prilly pun mengungkapkan bagaimana ia bisa mengatasi tekanan saat terkena masalah yang berkaitan dengan Aliando pada saat ia berada di puncak karir keartisannya. Dalam pengamatan Melaney Ricardo, Prilly bisa bangkit lagi. "Tuhan bantu aku. Munafik manusia gak pernah buat salah. Aku bukan malaikat," katanya. 

Mantan teman dekat Gritte Agatha ini menuturkan, saat itu ia masih berusia 18 tahun dan tiba-tiba harus mengalami masalah yang amat mengguncang dan membuatnya dibully di media sosial. "Ada yang bilang aku terlalu mengharap ke dia, itu merusak mental aku. Tiba-tiba ditanya begitu, dipaksa pacaran, dengan komen aku, aku tidak berhak untuk dia, itu merusak mental aku," ujarnya. 

Pada saat itu, kata Prilly, ia mengadu kepada Tuhan. "Aku jelek-jelekin diri di depan Tuhan, nangis-nangis, aku ikhlaskan terserah bagaimana ke depan," kata dia. Menurut Prilly, masalah berat itu berhasil diatasi dalam sepekan dan ia bangkit lagi. "Aku dikelilingi orang-orang baik dan aku belajar dari kesalahan," tuturnya. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT