Romelu Lukaku Merasa Matang Setelah Tinggalkan Manchester United
TEMPO.CO | 04/04/2020 20:01
Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Lecce dalam pertandingan Liga Italia di San Siro, Milan, 27 Agustus 2019. REUTERS/Daniele Mascolo
Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Lecce dalam pertandingan Liga Italia di San Siro, Milan, 27 Agustus 2019. REUTERS/Daniele Mascolo

TEMPO.CO, Jakarta - Penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku, mengungkapkan dirinya semakin matang di Italia, sejak meninggalkan Manchester United. Ia menyampaikan itu saat berbicara dengan Thierry Hendry di Instagram Live.

Lukaku sebelumnya menyampaikan kepada Sky Sports News pada Januari lalu, keputusannya hengkang dari United bertujuan untuk menemukan kembali dirinya sebagai pencetak gol terbanyak. Bersama Inter, ia mencetak 17 gol dalam 25 pertandingan sebelum kompetisi dihentikan lantaran pandemi virus corona atau Covid-19.

Kepada Thierry Hendry, pemain Belgia berusia 26 tahun ini mengatakan bahwa dia bekerja keras agar permainanya bisa lebih dari sekedar gol. "Ketika kamu dewasa, bukan hanya tentang dirimu lagi," kata Lukaku.

"Mencetak gol adalah obat, itulah yang saya jalani. Tetapi semakin tua, Anda harus menggunakan kecerdasan Anda, saya adalah murid dalam permainan."

Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku, ditarik oleh pemain Napoli Mario Rui dalam pertandingan leg pertama Semifinal Coppa Italia di San Siro, Milan, 13 Februari 2020. REUTERS/Daniele Mascolo

"Saya pikir juka saya ingin membantu tim saya, saya harus mampu memberikan assist."

"Tidak bisa hanya saya yang mencetak, harus melihat orang di sebelah. Semua orang harus dianggap penting. Jika saya tidak bisa menembak sendiri, saya akan mencari celah terakhir."

Namun, saat ini, kompetisi Liga Italia masih dihentikan karena corona dan belum bisa dipastikan kapan bakal kembali bergulir. Situasi ini membuatnya merasa kehilangan daya saing.

"Saya kehilangan daya saing, sesi pelatihan dan melewatkan pertandingan, bermain di depan para penggemar," kata Lukaku. "Itu adalah hal yang paling sulit dan hal yang paling saya rindukan."

Henry kemudian bertanya lagi, "Bagaimana dengan mencetak gol?". Romelu Lukaku tertawa mendengar pertanyaan itu, lalu menjawab, "Ya, itu yang paling penting."

SKY SPORTS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT