Manchester United: Masuknya Bruno Fernandes dan Kunci Antarlini
TEMPO.CO | 27/05/2020 18:42
Manchester United berhasil mendatangkan bintang Sporting CP Bruno Fernandes  pada 29 Januari 2020 dengan bandrol 55 juta euro (Rp 833 miliar). Action Images via Reuters/Jason Cairnduff
Manchester United berhasil mendatangkan bintang Sporting CP Bruno Fernandes pada 29 Januari 2020 dengan bandrol 55 juta euro (Rp 833 miliar). Action Images via Reuters/Jason Cairnduff

TEMPO.CO, Jakarta - Sebagaimana tim-tim Liga Primer Inggris lainnya, Manchester United memiliki pemain kunci di setiap posisi, yaitu kiper, belakang, tengah, dan depan. Tapi, jumlahnya belum sebanyak dulu. Ini bisa menjelaskan mengapa United sekarang hanya bisa bersaing untuk perebutan posisi empat besar, zona Liga Champions, melawan Chelsea.

Dalam pilihannya yang terbatas sekarang, kita bisa cepat dengan mudah menyebut ada David de Gea sebagai kiper utama, Harry Maguire di posisi bek tengah, Bruno Fernandez yang baru datang dari Portugal, Januari, diharapkan segera menjadi The New Cristiano Ronaldo di lini tengah Setan Merah, dan Anthony Martial sebagai penyerang tengah atau ujung tombak.

Disebabkan gelandang Paul Pogba dan ujung tombak lainnya, Marcus Rashford, baru bisa berlatih lagi menjelang Liga Primer Inggris dimulai lagi pada pertengahan Juni 2020 setelah lama berkutat dengan cedera, ada keraguan keduanya langsung bisa menyatu lagi dengan rekan-rekannya di lapangan.  

Itu sebabnya Manchester United sampai meminjam penyerang Odion Ighalo dari Shanghai Shenghua.

Di luar itu sebenarnya ada cukup stok pemain yang mumpuni. Tapi, dari pengamatan selama masa “kegelapan” Manchester United selepas era Ferguson, dengan kehadiran David Moyes, Louis van Gaal, dan kemudian Jose Mourinho, mereka dalam situasi yang fluktuatif.

Ole Gunnar Solskjaer, manajer terkini Manchester United, berusaha keras untuk membangun kembali kekuatan konsintensi Setan Merah.

Mason Greenwood, yang baru berusia 18 tahun, adalah pemain sayap dengan talenta yang hebat di skuad Setan Merah. Di lini tengah, ada pemain kawakan yang bisa sangat efektif diturunkan pada saat-saat kritis karena sarat pengalaman, Juan Mata.

Di posisi bek saya antara lain ada Luke Shaw, pemain muda yang lama keluar-masuk tim karena cedera dan kini berusaha untuk berdaya guna secara konsisten.

Pada era Ferguson dulu kita bisa dengan mudah menyebut ada duet Jaap Stam dan Rio Ferdinand di jantung pertahanan. Ada Paul Scholes dan Darren Fletcher sebagai gelandang. Di lini depan ada Ruud van Nistelrooy dan Andy Cole. Ini untuk menyebut beberapa nama.

Pada sembilan pertandingan Liga Primer Inggris 2019-2020 yang rencananya dimulai pada pertengahan Juni ini adalah menarik untuk menunggu bagaimana Ole Gunnar Solskjaer membuat Bruno Fernandes dan kawan-kawan menjadi skuad yang lebih stabil dibandingkan era David Moyes, Louis van Gaal, dan Jose Mourinho.

Gelar juara bisa dikatakan sudah di tangan Liverpool. Tapi, untuk menggeser Chelsea dari peringkat keempat atau bahkan Leicester City dari urutan ketiga adalah hal yang masih memungkinkan buat Manchester United di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT