10 Drama Penting Pekan Terakhir Liga Primer Inggris 2019/20
TEMPO.CO | 27/07/2020 06:36
Pemain Newcastle United Matt Ritchie, berusaha melewati pemain Liverpool Alex Oxlade-Chamberlain dan Naby Keita, dalam pertandingan Liga Inggris di St James' Park, Newcastle, 26 Juli 2020. Pool via REUTERS/Jan Kruger
Pemain Newcastle United Matt Ritchie, berusaha melewati pemain Liverpool Alex Oxlade-Chamberlain dan Naby Keita, dalam pertandingan Liga Inggris di St James' Park, Newcastle, 26 Juli 2020. Pool via REUTERS/Jan Kruger

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah 352 hari, Liga Primer Inggris 2019/20 akhirnya berakhir. Tertunda tiga bulan karena pandemi virus corona, 10 putaran pertandingan dimainkan secara tertutup. Liverpool sudah memastikan tempat mereka sebagai juara sebelum jeda dan berhasil memastikan kemenangan mereka dengan tujuh pertandingan tersisa.

Di sisi lain, Norwich yang baru promosi menghadapi performa buruk setelah Liga Inggris restart, sehingga terdegradasi pada musim ini. Dikutip dari Mirror, 26 Juli 2020, berikut rangkuman sejumlah momen penting di pekan terakhir Liga Inggris.

1. Manchester United dan Chelsea berada di empat besar
Semua mata tertuju pada King Power Stadium ketika United dan Leicester memainkan laga penentu untuk empat besar. Leicester harus mengalahkan United untuk lolos ke sepakbola Liga Champions musim depan, tetapi akhirnya gagal. Bruno Fernandes dan Jesse Lingard memupuskan harapan The Foxes. Begitu juga gol Chelsea oleh Olivier Giroud dan Mason Mount.

2. Aston Villa bertahan, Watford dan Bournemouth terdegradasi
Laga terakhir adalah laga yang menakutkan bagi ketiga klub yang berada di zona degradasi. Meskipun gagal menang atas West Ham, Aston Villa mempertahankan status sebagai peserta Liga Premier. Watford dan Bournemouth menemani Norwich City untuk turun kasta ke Divisi Championship. Kemenangan Bournemouth atas Everton 3-1 berakhir sia-sia.

3. Liverpool finis di posisi teratas
Juara Liga Premier mengkonfirmasi posisi teratas mereka, tetapi mereka gagal menyamai rekor Manchester City dengan raihan 100 poin ketika juara Liga Inggris 2017/2018. The Reds bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Newcastle di St. James Park berkat gol-gol dari Virgil van Dijk, Divock Origi dan Sadio Mane. Newcastle, Dwight Gayle, sebelumnya menempatkan timnya di depan dengan gol tercepat musim ini setelah hanya 26 detik.

4. Silva mengucapkan selamat tinggal
Manchester City mengakhiri musim mereka dengan berpesta gol melawan Norwich. Tetapi hari itu diwarnai dengan kesedihan saat mereka mengucapkan selamat tinggal kepada legenda klub David Silva. Pemain asal Spanyol itu meninggalkan City setelah 10 tahun dengan catatan 300 penampilan dan memenangkan empat gelar liga. "Terima kasih Liga Premier. Ini adalah perjalanan yang sulit," ujarnya. Meski begitu, ia masih terlibat dalam skuad The Citizen untuk Liga Champions, Agustus mendatang.

5. Vardy meraih Sepatu Emas
Penyerang Leicester Jamie Vardy memberi penghiburan kepada klubnya kehilangan empat besar saat ia memenangkan penghargaan Golden Boot Liga Premier. Pemain berusia 33 tahun tidak mencetak gol pada pertandingan terakhir. Namun, pesaing terdekatnya Danny Ings dan pemain Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang gagal mendekatinya sebagai top skor Liga Inggris. Total Vardy mencetak 23 gol musim ini. "Aku tidak merasakan usiaku. Aku tidak mengambil banyak luka dan aku akan mencoba untuk kembali sekuat yang aku bisa tahun depan."

6. Tottenham Hotspur lolos ke kompetisi Eropa
Setelah musim penuh dengan kekecewaan, Tottenham akhirnya memiliki sesuatu untuk tersenyum pada hari terakhir ketika mereka memastikan tempat mereka di Liga Eropa musim depan. Meskipun bermain imbang 1-1 di Crystal Palace, Spurs melompat ke urutan keenam di depan Wolves, yang kalah 2-0 di Stamford Bridge. Wolves masih bisa lolos ke kompetisi untuk musim kedua tetapi mengandalkan Chelsea sekarang mengalahkan Arsenal di final Piala FA minggu depan.

7. Eddie Howe bisa melanjutkan
Eddie Howe yang penuh air mata mengakui bahwa dirinya akan merenungkan musim Bournemouth sebelum membuat keputusan tentang masa depannya. Ia menyaksikan timnya mendapat kemenangan tandang 3-1 di Everton hanya untuk terdegradasi karena hasil di tempat lain. “Rasanya sakit. Aku mencoba untuk tetap bersama, aku benar-benar sedih untuk para penggemar klub ini. Ini adalah waktu untuk refleksi, waktu untuk melihat apa langkah yang harus dibuat selanjutnya," kata dia.

8. Steve Bruce masih dalam kegelapan
Steve Bruce menghabiskan percakapan bersama pemilik klub Mike Ashley setelah kekalahan Newcastle dari Liverpool. Kejelasan itu diperlukan untuk masa depannya seiring dengan adanya dana investasi Atab Saudi yang hendak mengakuisisi Newcastle. "Kmi perlu kejelasan. Kamu harus pergi ke kota di Liga Premier. Berapa lama kamu mau? Klub membutuhkan kejelasan itu. Saya yakin ada keinginan untuk membawa klub maju," kata dia.

9. Kevin De Bruyne menyamai rekor Thierry Henry
Kevin De Bruyne membuat assist ke-20 musim ini untuk menyamai rekor yang dibuat oleh mantan striker Arsenal Thierry Henry. Bintang Man City itu mencetak gol untuk rekan setimnya Raheem Sterling dalam kemenangan 5-0 atas Norwich. Namun, De Bruyne bersikeras bahwa dia tidak mengalahkan rekor Henry, karena dua assistnya ditorehkan karena defleksi. "Aku punya dua lagi! Aku butuh rekan setimku, karena jelas aku membantu mereka menciptakan untuk mencetak gol. Jika mereka mencetak gol maka aku akan mendapatkannya. Sangat menyenangkan untuk dimiliki dan senang memilikinya dengan Thierry," katanya.

10. Nick Pope gagal meraih Golden Glove
Kiper Burnley, Nick Pope tidak bisa menjaga clean sheet melawan Brighton. Nick Pope tidak bisa mengakhiri musim yang luar biasa untuk memenangkan penghargaan Golden Glove karena ia gagal menjaga clean sheet melawan Brighton. Pope mencatatkan 15 pertandingan tanpa kebobolan, tetapi rekor itu gagal diperpanjang karena kebobolan dalam kekalahan dari Brighton. Ederson Moraes pun mendapatkan sarung tangan emas setelah mencatat 16 cleansheet untuk musim ini.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT