Begini Pujian Luis Enrique buat Ansu Fati Usai Torehkan Rekor di Timnas Spanyol
TEMPO.CO | 07/09/2020 05:49
Pemain Timnas Spanyol, Ansu Fati (kanan). REUTERS/Sergio Perez
Pemain Timnas Spanyol, Ansu Fati (kanan). REUTERS/Sergio Perez

TEMPO.CO, Jakarta -  Ansu Fati menjadi pencetak gol paling muda sepanjang sejarah Timnas Spanyol. Ia menyumbang satu gol saat Spanyol mengalahkan Ukraina 4-0 pada pertandingan UEFA Nations League, Senin dini hari WIB ini.

Reuters melaporkan, Fati yang berusia 17tahun 31 hari menciptakan gol saat Spanyol unggul 3-0.Ia menjebol gawang lawan pada menit ke-32 lewat tendangan yang luar biasa dari luar kotak penalti.

Fati juga membuat Spanyol dihadiahi tendangan penalti pada awal laga yang sukses dieksekusi Sergio Ramos sehingga Spanyol unggul 1-0 pada menit ketiga. Ramos menggandakan keunggulan lewat sundulannya pada menit ke-29.

Baca Juga: UEFA Nations League: Spanyol Vs Ukraina 4-0, Ansu Fati Buat Rekor

Setelah dua gol Ramos itu, Fati dengan meyakinkan meruntuhkan rekor mendiang Juan Errazquin sebagai pemain termuda Spanyol yang menciptakan gol yang sudah 95 tahun tak terpecahkan siapa pun. Saat itu Errazquin mencetak gol pertamanya untuk timnas Spanyol ketika melawan Swiss pada 1925, dalam usia 18 tahun 344 hari.

Tahun lalu Fati sudah menjadi pencetak gol termuda sepanjang masa Barcelona ketika menyarangkan bola ke gawang Osasuna dalam pertandingan La Liga. Fati juga menjadi pemain paling muda yang mencetak gol dalam Liga Champions ketika membuat gol ke gawang Inter Milan in Desember tahun lalu.

Fati, yang dilahirkan di Guinea-Bissau tetapi hijrah ke Spanyol dalam usia enam tahun bersama keluarganya, juga menjadi pemain termuda kedua Spanyol  ketika melakukan debutnya dalam laga Kamis pekan lalu melawan Jerman yang berkesudahan 1-1

Pelatih Spanyol, Luis Enrique, memuji Fati usai laga itu. Ia juga yakin pemain remaja itu akan tetap rendah hati.

"Saya tidak takut. Saya yakin itu tidak akan terlintas di benaknya (untuk menjadi sombong), dia sangat rendah hati," kata dia..

“Kami akan tahu bagaimana mengaturnya. Meskipun saya mengenalnya, tentu saja dia mengejutkan saya, bahwa dia melakukannya pada menit kedua (memenangkan penalti)."

"Tentu, dia akan menjalani pertandingan yang buruk, tapi kepercayaan dirinya itu tidak normal untuk dilihat. Ansu Fati sangat senang dan punya alasan. Dia baru berusia 17 tahun dan masih harus menjadi matang, tapi di pertandingan keduanya bersama tim nasional dia berani melakukan semua ini."

"Dia membawa kerja keras dan kerendahan hati. Pada usianya, mudah untuk memikirkannya, tetapi dia cukup dewasa untuk mengetahui bahwa jalan yang dia ikuti adalah yang terbaik. Dia sangat tenang dan rendah hati."

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT