Kontrak di Manchester City Akan Berakhir, Ini yang Diinginkan Pep Guardiola
TEMPO.CO | 31/10/2020 13:12
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola menyemangati anak asuhannya yang tengah berlaga melawan Chelsea dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, 25 Juni 2020. Manchester City harus mengakui keunggulan Chelsea setelah ka
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola menyemangati anak asuhannya yang tengah berlaga melawan Chelsea dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, 25 Juni 2020. Manchester City harus mengakui keunggulan Chelsea setelah kalah 1-2 dalam laga pekan ke-31 Liga Inggris. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Pep Guardiola memiliki sisa kontrak di Manchester City hingga akhir musim panas mendatang. Mantan pelatih Barcelona ini mengungkapkan keinginannya bertahan lebih lama lagi di Stadion Etihad.

"Saya sangat bahagia di sini," kata Guardiola. "Saya senang berada di Manchester dan saya berharap bisa melakukan pekerjaan dengan baik musim ini agar bisa bertahan lebih lama."

Baru-baru ini muncul lagi pemberitaan Guardiola bakal kembali lagi menangani tim Catalan. Pemantiknya adalah pernyataan calon presiden Barcelona, Victor Font, yang mengungkapkan keinginannya membawa kembali pelatih asal Spanyol itu.

Font yang menjadi pelopor untuk menggantikan Josep Maria Bartomeu yang mengundurkan diri sebagai presiden Barcelona awal pekan ini. Berbicara kepada Sky Sports, Font mengatakan ingin memboyong Guardiola kembali ke Camp Nou dan mempertahankan Lionel Messi.

Di awal musim ini, Guardiola harus menghadapi masalah cedera pemain. Permasalah itu, menurut dia, diperburuk dengan masa istirahat musim panas yang dipersingkat dan intensitas jadwal yang padat karena dampak pandemi Covid-19.

Baca juga: Menjelang Marseille Vs Manchester City, Pep Guardiola Hadapi Persoalan Ini

Situasi yang terjadi di Manchester City juga dialami klub-klub lain. Guardiola pun mendesak Liga Premier untuk mempertimbangkan kembali aturan diperbolehkannya pergantian pemain hingga lima kali seperti yang telah diterapkan sejak kompetisi kembali digelar pasca-penguncian.

"Pasti mereka harus melakukannya, 100 persen," kata bos City itu. "Ini bukan hanya tentang satu klub."

"Ada statistik yang tidak dapat disangkal. Di Liga Inggris, pemain sepak bola mengalami cedera otot 47 persen lebih banyak dari musim lalu karena tidak ada persiapan dan jumlah pertandingan."

"Semua liga, Jerman, Spanyol, memiliki lima kali pergantian pemain untuk melindungi pemain, bukan untuk melindungi satu tim atau lainnya."

Ia meneruskan, "Mudah-mudahan mereka dapat mempertimbangkan kembali dan melakukan apa yang dilakukan oleh seluruh dunia. Kami harus menyesuaikan banyak hal selama pandemi ini, kenyataannya sangat berbeda dari sebelumnya."

"Orang-orang cerdas menyesuaikan situasi di dunia untuk kepentingan sepak bola dan para pemain. Kita lihat saja. Mengapa kita tidak melakukanya? Sejujurnya ini tidak masuk akal."

Baca juga: Manchester City Ingin Datangkan Penyerang Selevel Sergio Aguero, Ini Kendalanya

"Pada akhirnya (mereka) yang memilih dan membuat keputusan - direktur olahraga, presiden, ketua - siapa mereka yang memutuskan ini? Siapa mereka? Mereka harus melindungi para pemain."

Menurut Pep Guardiola, manajer atau asosiasi para pemain sepak bola (PFA) yang harusnya memutuskan apakah pergantian pemain itu tiga atau lima kali. Selanjutnya, apakah keputusan yang mereka ambil itu disetujui oleh UEFA dan FIFA.

SKY SPORTS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT