Tekuk Arsenal 2-1, Everton Tempel Liverpool di Puncak Klasemen
TEMPO.CO | 20/12/2020 03:42
Bek Everton Yerry Mina (kanan) menyundul bola untuk mencetak gol kedua timnya ke gawang Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Goodison Park, Liverpool, Inggris, Sabtu 19 Desember 2020. (ANTARA/REUTERS/POOL/Peter Powell)
Bek Everton Yerry Mina (kanan) menyundul bola untuk mencetak gol kedua timnya ke gawang Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Goodison Park, Liverpool, Inggris, Sabtu 19 Desember 2020. (ANTARA/REUTERS/POOL/Peter Powell)

TEMPO.CO, JakartaEverton berhasil mencetak kemenangan ketiga beruntun usai mengalahkan Arsenal dalam laga kandangnya, Sabtu 19 Desember 2020. Everton menekuk perlawanan meriam London yang sedang terpuruk itu dengan skor 2-1.

Tim besutan Carlo Ancelotti itu mengemas tiga kemenangan beruntun dalam rentetan empat laga tanpa kekalahan. Dengan koleksi 26 poin, Everton kini menempel lima poin di belakang rival sekota, Liverpool, yang beberapa jam sebelumnya mengokohkan kedudukan di puncak klasemen.

Sedangkan Arsenal (14 poin) semakin sulit beranjak setelah sebelumnya juga menelan empat kali kelahan dalam tujuh laga tanpa kemenangan. Usai laga kontra Everton di Goodison Park, tim asuhan Mikel Arteta itu terpaku di urutan ke-15. 

Everton yang berusaha mengendalikan pertandingan sejak kickoff, membuka keunggulan pada menit ke-22 berkat gol bunuh diri Rob Holding. Berawal dari umpan silang spekulatif Alex Iwobi ke dalam kotak penalti, Holding berusaha menghalau tandukan Dominic Calvert-Lewin tapi malah membuat bola bersarang ke gawang  sendiri.

Arsenal menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Nicolas Pepe pada menit ke-35 setelah Ainsley Maitland-Niles dijatuhkan Tom Davies di dalam area terlarang. Namun, pada menit-menit terakhir babak pertama sepak pojok yang dikirimkan Gylfi Sigurdsson disambut Yerry Mina dengan tandukan tajam untuk menaklukkan kiper Bernd Leno sekaligus membawa Everton kembali unggul 2-1.

Arsenal lebih banyak memiliki penguasaan bola  pada babak kedua, tetapi tak mampu menciptakan peluang berarti hingga menjelang ujung waktu normal.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT