Liga Inggris, Liverpool Disebut Mengalami Sindrom Empat Tahunan
TEMPO.CO | 09/02/2021 16:37
Ekspresi penyerang Liverpool Mohamed Salah, setelah pemain Mannchester City dalam pertandingan Liga Inggris di Anfield, Liverpool, 7 Februari 2021. Liverpool dihajar 4-1 oleh Manchester City. Pool via REUTERS/Laurence Griffiths
Ekspresi penyerang Liverpool Mohamed Salah, setelah pemain Mannchester City dalam pertandingan Liga Inggris di Anfield, Liverpool, 7 Februari 2021. Liverpool dihajar 4-1 oleh Manchester City. Pool via REUTERS/Laurence Griffiths

TEMPO.CO, JakartaLiverpool dinilai tengah mengalami sindrom empat tahunan yang membuat performa mereka menurun drastis musim ini. Sindrom yang sama sempat dialami oleh Manchester City musim lalu.

Mantan pemain Manchester United, Garry Neville, menyebutkan bahwa performa skuad asuhan Jurgen Klopp musim ini jauh di bawah apa yang mereka tunjukkan dalam tiga tahun sebelumnya.

Mohamed Salah cs disebut seperti kehabisan tenaga dan mental. Hal itu, menurut Neville, tak lepas dari bagaimana mereka tak melakukan banyak perubahan komposisi pemain dalam empat tahun belakangan.

"Liverpool, pada saat ini, tidak mirip seperti tim yang benar-benar luar biasa selama tiga tahun. Saya memperhatikan Manchester City tahun lalu ketika mereka juga mendapatkan performa buruk setelah menjalani tiga tahun performa yang luar biasa, dan saya melihatnya pada Liverpool tahun ini," kata Neville.

"Anda tidak bisa setiap tahun, terutama selama empat tahun, dengan para pemain ini, para pemain yang sama. Akan ada penurunan di suatu titik - dan kami melihat penurunan yang mengkhawatirkan karena mereka sangat luar biasa musim sebelumnya, dan mereka ada di sini pada saat ini."

Faktor kelelahan mental dan fisik itu, menurut Neville, terlihat jelas dalam permainan. The Kop. Jika tiga musim lalu mereka bermain dengan aliran bola yang sangat cepat, musim ini mereka terlihat lebih lambat. Badai cedera, menurut Neville, memperburuk kondisi tersebut.

Baca: Ini Pesan Jurgen Klopp ke Alisson Usai Liverpool vs Manchester City 1-4

"Mereka melakukan lebih banyak operan musim ini dan tidak cepat mengarhkan bola ke depan. Orang akan mengatakan hal itu karena keberadaan Thiago (Alcantara) tapi bukan hanya dia, saya pikir secara umum para pemain bermain dengan mencari aman," kata Neville.

"Liverpool selama tiga tahun terakhir sangat memukau dan mereka bermain dengan risiko. Saat ini tidak ada umpan-umpan langsung. Mereka tidak mau mengambil resiko. Para pemain tidak banyak berlari."

"Sejumlah hal bisa terjadi sekaligus, cedera, ini musim yang aneh, dan rasanya seperti badai yang sempurna bagi Liverpool."

Dalam tiga tahun terakhir Liverpool memang tampil luar biasa. Pada musim 2017-2018 mereka berhasil melaju ke partai final Liga Champions, sayangnya Mohamed Salah cs dikalahkan Real Madrid di partai puncak.

Semusim berselang mereka kembali berhasil melaju ke final Liga Champions sekaligus menempel ketat Manchester City di Liga Inggris. Kali ini peruntungan The Reds lebih baik karena mereka berhasil meraih trofi Liga Champions.

Musim lalu, mereka pun berhasil mengakhiri puasa gelar juara Liga Inggris. Anak asuh Jurgen Klopp menghentikan dominasi Manchester City yang menjadi juara bertahan dua musim beruntun.

Sejak musim 2018-2019 skuad Liverpool memang tak mengalami banyak perubahan. Sejumlah pemain baru seperti Naby Keita, Sepp van den Berg dan Xherdan Shaqiri gagal memberikan persaingan yang ketat bagi para pemain andalan Klopp.

Musim ini, secercah harapan sebenarnya sempat terlihat dalam diri Diogo Jota. Didatangkan dari Wolverhamtpon Wanderers, Jota sukses mengoleksi sembilan gol dari 15 laga di semua kompetisi.

Apes bagi Klopp, pesepakbola asal Portugal itu mengalami cedera pada saat performanya sedang apik. Masalah semakin rumit setelah Virgil van Dijk, Joe Gomez hingga Joel Matip harus masuk ruang perawatan.

Alhasil peluang Liverpool untuk mempertahankan gelar juara Liga Inggris musim ini cukup tipis. Saat ini saja mereka telah ketinggalan 10 angka dari pemuncak klasemen Liga Inggris, Manchester City.

SKY SPORTS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT