Aaron Evans Lepas dari Hukuman Komdis, Ini Bukti-Bukti yang Dibawa PSS Sleman
KRJOGJA.COM | 18/02/2022 14:02
Aaron Evans Lepas dari Hukuman Komdis, Ini Bukti-Bukti yang Dibawa PSS Sleman

BALI, KRJOGJA.com – PSS Sleman bernafas lega karena banding mereka ke Komite Banding atas keputusan Komite Disiplin (Komdis) terkait hukuman 4 larangan pertandingan dan denda Rp 50 juga atas kasus Aaron Evans diterima. Evans bisa memperkuat PSS di laga selanjutnya, Minggu (20/2) melawan Borneo FC.

Menarik bagi PSS, karena hukuman bagi pemain selama ini sangat jarang diterima bandingnya oleh PSSI. Bahkan, ketika klub melakukan banding tidak jarang justru hukuman pemain akan ditambah karena kesalahan yang dilakukan.

Namun, kali ini berbeda bagi Aaron dan PSS. Bukti-bukti yang disertakan dalam banding ternyata diterima dan diakui keabsahannya oleh Komite Banding PSSI. Hukuman Komdis larangan bermain 4 pertandingan dan denda Rp 50 juta pun digugurkan, PSS hanya harus membayar Rp 5 juta untuk sidang Komite Banding.

Media Officer PSS, Juan Tirta Abditama mengatakan pihak klub melakui Direktur Utama, Andy Wardhana memang serius untuk menyelesaikan kasus kartu merah Aaron Evans. Beberapa bukti turut disertakan dalam surat banding yang dikirimkan ke PSSI.

“Kami menyertakan bukti rekaman dari video technical saat kejadian, lalu rekaman di vidio.com dan kesaksian dari pemain terdekat PSS saat kejadian yaitu Bagus Nirwanto dan Asyraq Gufron,” ungkapnya pada wartawan, Jumat (18/2/2022).

PSS menurut Juan juga menyertakan bukti pernyataan Aaron Evans yang menjelaskan ucapan apa yang disampaikannya pada asisten wasit 1 Yon Ardiona saat kejadian. Ia menegaskan, tidak mengeluarkan kata-kata kasar pada asisten wasit asal Tulungagung Jawa Timur itu.

Aaron sendiri mengaku sangat senang banding PSS diterima dan bisa turun kembali di partai melawan Borneo FC. Ia tetap tegas menyatakan tidak pernah mengeluarkan kata-kata kasar pada asisten wasit saat itu.

“Saya sangat senang sekali tim PSS memenangkan banding. Saya yakin 100 persen keputusan tersebut sangat tepat. Saya sangat senang bisa bermain kembali dan membantu PSS di lapangan untuk mendapatkan hasil yang maksimal di pertandingan-pertandingan mendatang,” pungkas dia.

PSSI sendiri belum merilis lanjutan kasus kartu merah Aaron Evans, terutama atas ketidaktelitian asisten wasit Yon Ardiona yang merugikan PSS. Saat laga vs Barito Putera itu Evans langsung diusir keluar lapangan oleh wasit Faulur Rosi setelah wasit mendapat masukan dari asisten wasit 1 dan PSS harus bermain dengan 10 orang sampai usai pertandingan.

krjogja.com


BERITA TERKAIT