Diduga Terlibat Bisnis Judi Online, Arema Dilaporkan ke Bareskrim
BACAINI.ID | 29/08/2022 13:15
Diduga Terlibat Bisnis Judi Online, Arema Dilaporkan ke Bareskrim
Arema FC. (ligaindonesiabaru.com)

Bacaini.id, MALANG – Santernya kabar terkait maraknya judi online rupanya merembet hingga dunia sepak bola Indonesia. Pasalnya, sejumlah klub di Liga 1, yakni Arema FC, Persikabo 1973 dan PSIS Semarang dilaporkan karena diduga terlibat dalam promosi situs bisnis judi online.

Dalam hal ini, Persikabo menampilkan sponsor rumah judi SBOTOP pada jersey hingga papan iklan di pinggir lapangan. Sementara, PSIS dan Arema FC terlibat kerja sama dengan Skore88.news yang identik dengan rumah judi Skore88. Sementara, Arema FC juga terlibat kerja sama dengan Bola88.fun yang berafiliasi dengan rumah judi Bola88.

Pemandangan yang dinilai tak mendidik itu lalu dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Rio Johan Putra selaku pecinta bola dan akademisi. Tak hanya tiga klub tersebut, Rio juga melaporkan PT LIB selaku operator kompetisi dan PSSI selaku federasi sepak bola.

Apa yang dilakukan diduga melanggar Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 303 KUHP.

Merespon hal ini, manajemen Arema FC langsung bergerak cepat dengan melakukan pemutusan kontrak kerjasama dengan vendor yang dimaksud. Ini dilakukan untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Kita pertimbangkan untuk melakukan pemutusan kontrak untuk menghargai proses hukum yang berjalan. Sekaligus kami akan mulai menurunkan materi iklan yang sebelumnya terpasang,” ungkap Manager Bisnis Arema FC, Yusiral Fitriandi pada awak media, Selasa, 23 Agustus 2022.

Lebih lanjut, pihaknya akan tetap proaktif dalam mengawal proses hukum tersebut untuk disikapi secara obyektif dan bijaksana. Pada dasarnya, Arema FC dalam hal ini bukanlah pengelola situs yang berafiliasi dengan rumah judi tersebut.

Hingga kemudian pada sering berjalannya waktu, banyak pihak yang memandang negatif atas vendor tersebut. Secara obyektif, klub hanya sebagai obyek pemasangan promosi situs, bukan pengelola.

“Kami tentunya perlu menjelaskan posisi kami, hanya sebagai pihak yang ditawarkan untuk bekerjasama iklan,” paparnya.

Pada prinsipnya, Arema FC mendukung langkah banyak pihak untuk melakukan upaya penertiban dan pengawasan situs yang diduga kuat menjadi modus praktik bisnis probability yang kini marak di situs-situs seputar olahraga.

“Kami sampaikan permohonan maaf dan perlu kami tegaskan bahwa salah satu sponsor kami sejak awal kami sampaikan bahwa entitasnya awalnya adalah sebagai situs sepakbola nasional,” pungkasnya.

 

**


BERITA TERKAIT