LIPI Kembangkan Plastik dari Limbah Sawit, Terurai dalam 3 Bulan
TEMPO.CO | 01/05/2019 08:39
Petani kelapa sawit membawa hasil panen kelapa sawit di tengah banjir luapan Sungai Kampar di Desa Kualu Kabupaten Kampar, Riau, Ahad, 9 Desember 2018. Petani mengeluhkan banjir membuat proses panen kelapa sawit tidak maksimal karena butuh tenaga ekstra u
Petani kelapa sawit membawa hasil panen kelapa sawit di tengah banjir luapan Sungai Kampar di Desa Kualu Kabupaten Kampar, Riau, Ahad, 9 Desember 2018. Petani mengeluhkan banjir membuat proses panen kelapa sawit tidak maksimal karena butuh tenaga ekstra untuk membawa sawit melalui banjir. ANTARA

TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sedang mengembangkan plastik yang terbuat dari tandan kosong kelapa sawit untuk menggantikan plastik konvensional.

Aturan Larangan Kantong Plastik Kota Bogor Digugat Industri Plastik

Peneliti Kimia Polimer LIPI M. Ghozali mengatakan bahwa plastik kelapa sawit yang dikembangkan pihaknya dapat terurai secara alami dengan jangka waktu paling lama tiga bulan.

"Kalau di tanah maksimal terurai tiga bulan, sampah plastik konvensional butuh waktu sampai ratusan tahun untuk benar-benar terurai," katanya saat ditemui  di Puspiptek, Serpong, Tangerang, Selasa 30 April 2019.

Menurut Ghozali, bioplastik berbasis limbah kelapa sawit ini dianggap sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengganti plastik konvensional karena memiliki sifat tahan terhadap air dan kelembaban. 

"Sampah plastik konvensional juga kerap ditemukan di perairan, bahkan banyak hewan laut yang mati karena menelan sampah-sampah plastik," ungkapnya.

Ghozali juga mengatakan bahwa pihaknya mengembangkan plastik yang aman jika dimakan oleh hewan karena plastik akan terurai, lamanya tergantung jumlah mikroba di tubuh hewan.

"Untuk bahan baku berupa tandan kosong kelapa sawit ini mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin. Bioplastik berbasis selulosa asetat ini tentunya dapat menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan plastik konvensional yang selama ini kita hadapi," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT