Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Cina Sensor Riset Asal Usul Corona
TEMPO.CO | 13/04/2020 23:18
Personel keamanan yang mengenakan masker wajah saat mengadakan duka nasional bagi mereka yang meninggal karena penyakit Virus Corona pada festival penyapu makam Qingming, di Beijing, China, 4 April 2020. REUTERS/Thomas Peter
Personel keamanan yang mengenakan masker wajah saat mengadakan duka nasional bagi mereka yang meninggal karena penyakit Virus Corona pada festival penyapu makam Qingming, di Beijing, China, 4 April 2020. REUTERS/Thomas Peter

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini, Senin 13 April 2020, dimulai dari Cina. Pemerintahan negara itu telah memberlakukan pembatasan pada publikasi penelitian akademis tentang asal-usul virus corona baru penyebab pandemi COVID-19 saat ini.

Di bawah kebijakan baru itu, semua makalah akademik tentang COVID-19 akan dikenakan pemeriksaan tambahan sebelum dikirim untuk publikasi. Studi tentang asal-usul virus akan menerima pengawasan ekstra dan harus disetujui oleh pejabat pemerintah pusat.

Berita terpopuler lainnya dari tanah air yakni, Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) mengusulkan perpanjangan semester genap tahun ajaran 2019/2020 hingga ke semester ganjil 2020/2021. Pertimbangan aktualnya yaitu jika pandemi penyakit virus corona 2019 atau COVID-19 terus berlanjut.

Artikel ketiga datang dari Amerika Serikat. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengungkap telah memulai tes antibodi massal untuk membantu memastikan berapa banyak orang telah terinfeksi virus corona COVID-19. Mereka melakukannya terutama untuk bisa menyediakan perlindungan bagi para petugas medis.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno sepanjang hari ini,

 

1. AS dan Cina Panas, Beijing Batasi Riset Asal-usul Virus Corona

Cina telah memberlakukan pembatasan pada publikasi penelitian akademis tentang asal-usul virus corona baru, menurut arahan pemerintah pusat dan pemberitahuan online yang diterbitkan oleh dua universitas Cina.

Di bawah kebijakan baru itu, semua makalah akademik tentang Covid-19 akan dikenakan pemeriksaan tambahan sebelum dikirim untuk publikasi. Studi tentang asal-usul virus akan menerima pengawasan ekstra dan harus disetujui oleh pejabat pemerintah pusat, menurut posting yang sekarang telah dihapus, sebagaimana dilaporkan CNN, 12 April 2020.

Seperti diketahui, Pemerintah Cina dan Amerika Serikat telah terlibat pertukaran kata-kata tajam soal asal usul virus ini. Di awal pandemi, Amerika menyebutnya sebagai virus Wuhan. Sedang Beijing menyebut belum ada kesimpulan yang menyatakan itu dan mengecam Amerika atas tuduhan itu. Bahkan ada pernyataan balasan soal peran militer Amerika yang membawanya ke Cina.

 

2. Forum Aksi Guru Usul Perpanjangan Semester Genap ke Kemendikbud

Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) mengusulkan perpanjangan semester genap tahun ajaran 2019/2020 hingga ke semester ganjil 2020/2021. Pertimbangan aktualnya yaitu jika pandemi penyakit virus corona 2019 atau COVID-19 terus berlanjut.

“Dan sekarang belajar dengan cara daring (online) tidak maksimal sehingga hasilnya tidak seperti lulusan tahun-tahun sebelumnya,” kata Ketua FAGI Iwan Hermawan, Senin 13 April 2020.

FAGI menilai belajar daring sebagai pelaksanaan dari kebijakan belajar di rumah karena sekolah-sekolah diliburkan terkait pandemi kurang efektif dan banyak permasalahan. Selain masalah kuota Internet bagi sisiwa miskin, sebagian guru juga dinilai belum sepenuhnya siap mengajar secara daring.

 

3. Amerika Cari Antibodi Pelindung Tenaga Medis dari COVID-19

Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat telah memulai tes antibodi massal untuk membantu memastikan berapa banyak orang telah terinfeksi virus corona COVID-19. Termasuk mencari tahu jumlah mereka yang terinfeksi virus itu namun tidak pernah menunjukkan gejala sakit.

Dalam pernyataannya, CDC menjelaskan bahwa tes yang dilakukan menganalisa antibodi-antibodi dalam darah setiap orang yang diperiksa untuk mendeteksi apakah mereka pernah terpapar virus itu. Mengidentifikasi orang-orang yang telah sembuh dari infeksi dan kemungkinan memiliki perlindungan pada tingkat tertentu dari reinfeksi bisa jadi kunci untuk memperkuat pada tenaga medis di Amerika.

Tes akan fokus pada tiga kelompok survei yang berbeda. Fase pertama telah dimulai yakni mengidentifikasi orang-orang yang terdiagnosa tidak terinfeksi meski berada di kawasan yang ditetapkan sebagai hotspot COVID-19. Dua kelompok survei lainnya akan menguji orang-orang dari luar hotspot, dan beberapa kelompok tertentu—termasuk para pekerja atau petugas medis—untuk melihat bagaimana virus itu menyebar di antara mereka.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT