Lahir di Masa Prihatin, Bayi Gajah di TSI Diberi Nama Covid
TEMPO.CO | 17/05/2020 23:21
Seekor bayi gajah jantan bernama Covid di Taman Safari Indonesia (TSI) Kawasan Puncak Cisarua Kabupaten Bogor Jawa Barat. Bayi gajah itu lahir dari pasangan gajah dari Riau pada 28 April 2020, atau di tengah pandemi penyakit virus corona 2019 atau Covid-1
Seekor bayi gajah jantan bernama Covid di Taman Safari Indonesia (TSI) Kawasan Puncak Cisarua Kabupaten Bogor Jawa Barat. Bayi gajah itu lahir dari pasangan gajah dari Riau pada 28 April 2020, atau di tengah pandemi penyakit virus corona 2019 atau Covid-19. (ANTARA/HO-TSI Bogor)

TEMPO.CO, Bogor - Seekor bayi gajah di Taman Safari Indonesia (TSI) Kawasan Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diberi nama Covid. Bayi gajah jantan ini lahir di tengah pandemi penyakit infeksi virus corona jenis baru, yakni Covid-19.

Covid lahir dari induk betina bernama Nina berusia 46 tahun, sedangkan gajah pejantannya bernama Kodir diperkirakan usianya 44 tahun. "Keduanya berasal dari Riau," ujar seorang keeper di TSI Bogor, Sodik, Minggu 17 Mei 2020.

Ia menyebutkan persalinan satwa dengan nama latin Elephas maximus sumatranus itu lahir pada Selasa 28 April lalu. Saat itu, sekitar dinihari, ari-ari yang terhubung dengan bayi gajah itu sudah terjuntai ke luar dari induknya.

"Saat ini Covid dalam keadaan kondisi sehat dan lincah, tingkahnya sangat menggemaskan," kata Sodik sambil menambahkan, "Sesekali nampak Covid mendekati mendekati induknya."

Direktur Taman Safari Indonesia Jansen Manansang menyebutkan kelahiran Covid menambah populasi gajah di TSI Bogor menjadi 51 ekor. Dia menyebutnya sebagai buah keberhasilan dalam pengembangbiakan satwa melalui program konservasi.

"Bukan hanya kelahiran mamalia besar, tetapi ada beberapa satwa yang berhasil berkembangbiak di antaranya burung kasturi raja yang tergolong langka," ujarnya.

Jansen tak mengelak penutupan TSI Bogor dampak pandemi Covid-19 berimbas besar karena tidak adanya pemasukan dari pengunjung. Oleh karena itu, pihaknya terpaksa melakukan langkah penghematan dalam memberikan perawatan satwa.

Ia menyebutkan Taman Safari Bogor terbuka dalam menerima bantuan atau donasi dari seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi para pencinta satwa yang ingin membantu program konservasi satwa.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT