Covid-19: Masalah Keamanan, WHO Hentikan Uji Hydroxychloroquine
TEMPO.CO | 26/05/2020 07:06
Hydroxychloroquine. Obat malaria dan radang sendi ini di antara sejumlah obat yang diuji klinis kepada pasien Covid-19 di sejumlah negara. ANTARA/Shutterstock/am
Hydroxychloroquine. Obat malaria dan radang sendi ini di antara sejumlah obat yang diuji klinis kepada pasien Covid-19 di sejumlah negara. ANTARA/Shutterstock/am

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menangguhkan pengujian obat malaria hydroxychloroquine pada pasien Covid-19 karena masalah keamanan. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pengarahan online yang digelar Senin, 25 Mei 2020.

"Kelompok eksekutif telah menghentikan sementara pengujian hydroxychloroquine dalam uji coba Solidaritas. Sedangkan data keselamatan ditinjau oleh dewan pemantauan keamanan data," ujar Tedros, seperti dikutip laman Reuters, Senin.

Sebelumnya, Hydroxycholoroquine telah dipuji oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan yang lainnya sebagai pengobatan yang mungkin menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru itu. Trump juga sempat mengaku bahwa dia menggunakan obat itu untuk membantu mencegah infeksi.

Tedros menerangkan penghentian sementara percobaan itu adalah inisiatif utama untuk mengadakan tes klinis pengobatan potensial untuk virus. WHO sebelumnya merekomendasikan untuk tidak menggunakan hydroxychloroquine dalam mengobati atau mencegah infeksi virus corona, kecuali sebagai bagian dari uji klinis.

Dr. Mike Ryan, kepala program kedaruratan WHO, mengatakan keputusan untuk menunda uji coba hydroxychloroquine telah diambil, "dengan berbagai kehati-hatian," tutur Ryan.

Sebuah studi sebelumnya terhadap lebih dari 300 pasien pria di pusat-pusat medis Administrasi Kesehatan Veteran di seluruh negeri juga menemukan tingkat kematian yang lebih tinggi pada mereka yang menggunakan hydroxychloroquine. Serta badan obat dan makanan Amerika (FDA) pada bulan April memperingatkan agar tidak menggunakan obat itu di luar rumah sakit dan uji klinis, demikian dikutip New York Post.

REUTERS | NEW YORK POST



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT