Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Gejala Virus Corona, UTBK, SBMPTN
TEMPO.CO | 01/06/2020 21:30
Pasien terinfeksi virus corona yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Cremona di Italia Utara, 5 Maret 2020. LA7 PIAZZAPULITA/Reuters TV via REUTERS
Pasien terinfeksi virus corona yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Cremona di Italia Utara, 5 Maret 2020. LA7 PIAZZAPULITA/Reuters TV via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang Joshua Denson, seorang dokter, mengungkap pengalamannya pada satu hari memeriksa kondisi 20 pasien di ruang perawatan intensif. Dua orang didapatinya kejang-kejang, banyak yang mengalami sesak napas karena gangguan di paru-paru, dan ada juga yang fungsi ginjalnya sudah sangat menurun.

Berita terpopuler selanjutnya, pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada tahun ini dilaksanakan bersamaan dengan pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Ini berbeda dari tahun sebelumnya, yakni pelaksanaan SBMPTN dilakukan setelah UTBK.

Juga, Sebanyak 2.827 dari total 7.272 kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta yang dilaporkan secara resmi hingga hari ini, Senin 1 Juli 2020, menjalani isolasi mandiri. Isolasi mandiri sejatinya dijalani oleh mereka yang terkonfirmasi terinfeksi virus itu namun gejala yang dialaminya ringan, selain karena keterbatasan kapasitas rumah sakit yang tersedia.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

1. Tak Cuma di Paru-paru, Ini Gejala Virus Corona Infeksi Organ Lain

Pasien terinfeksi virus corona yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Cremona di Italia Utara, 5 Maret 2020. LA7 PIAZZAPULITA/Reuters TV via REUTERS

Joshua Denson, seorang dokter, mengungkap pengalamannya pada satu hari memeriksa kondisi 20 pasien di ruang perawatan intensif. Dua orang didapatinya kejang-kejang, banyak yang mengalami sesak napas karena gangguan di paru-paru, dan ada juga yang fungsi ginjalnya sudah sangat menurun.

Beberapa hari sebelumnya, Denson malah harus berusaha, namun gagal, menyelamatkan seorang pasien perempuan muda yang jantungnya berhenti berdetak. Dari sejumlah pasien tersebut, semuanya berbagi satu kesamaan yang sama.

“Mereka seluruhnya positif Covid-19,” kata dokter paru-paru di Tulane University School of Medicine, Louisiana, Amerika Serikat, itu seperti dikutip dari Science Magazine, April lalu.

Seiring dengan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 yang terus bertambah hingga sekitar enam juta orang per artikel ini ditulis, Minggu 31 Mei 2020, dan korbannya yang meninggal sudah lebih dari 300 ribu pasien, para ahli klinis dan ilmu penyakit di dunia masih terus berusaha memahami daya rusak virus corona dalam tubuh manusia. Masuk lewat saluran pernapasan, SARS-CoV-2—si virus—ternyata tak melulu berujung di paru-paru, bagian terdalam dari saluran itu.

2. Tahun Ini UTBK dan SBMPTN Berbarengan, Pendaftaran Mulai Besok

Ilustrasi UTBK (ujian tulis berbasis komputer). TEMPO/Prima Mulia

Pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada tahun ini dilaksanakan bersamaan dengan pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Ini berbeda dari tahun sebelumnya, yakni pelaksanaan SBMPTN dilakukan setelah UTBK.

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih mengumumkannya dalam sosialisasi secara daring pada Minggu, 31 Mei 2020. Dia mengatakan kalau pada tahun ini, nilai UTBK tidak diumumkan terlebih dahulu. Melainkan langsung digunakan untuk seleksi SBMPTN.

"Kalau tahun lalu nilai keluar baru daftar SBMPTN, jadi guru bisa memberikan masukan pada siswa. Sedangkan pada tahun ini tidak bisa lagi seperti itu," kata dia menerangkan.

Oleh karena itu, Nasih melanjutkan, peserta perlu sungguh-sungguh mempersiapkan diri menghadapi ujian dan cermat membuat pilihan program sudi dan kampus yang dituju. Dia menyarankan peserta terlebih dahulu mengukur kemampuannya sendiri.

3. Di Jakarta, Hampir 3 Ribu Orang Positif Covid-19 Isolasi Mandiri

Petugas pada Kamis (5/3) berada di samping ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien COVID-19. ANTARA/SIGID KURNIAWAN

Sebanyak 2.827 dari total 7.272 kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta yang dilaporkan secara resmi hingga hari ini, Senin 1 Juli 2020, menjalani isolasi mandiri. Isolasi mandiri sejatinya dijalani oleh mereka yang terkonfirmasi terinfeksi virus itu namun gejala yang dialaminya ringan, selain karena keterbatasan kapasitas rumah sakit yang tersedia.

Hingga hari ini, tepat sehari menjelang tepat tiga bulan setelah kasus pertama Covid-19 dilaporkan di Indonesia, total sudah terdata 26.423 kasus terkonfirmasi positif. Jakarta dengan 7.272 kasus masih menjadi penyumbang tertinggi.

Berdasarkan data di corona.jakarta.go.id, jumlah kasus positif itu terdiri dari sembuh (2.102), masih dirawat (1.823), meninggal (520), selain mereka yang menjalani isolasi mandiri. Penapisan kasus positif dilakukan lewat pemeriksaan PCR atas 71.408 spesimen sampel swab.

Jumlah itu belum termasuk yang lewat pemeriksaan cepat (rapid test). Total ada 142.752 tes cepat yang dilakukan di ibu kota. Dari sana didapat hasil reaktif sebanyak 5.675 kasus yang reaktif atau positif.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT