2 Kasus Baru Covid-19, Cina Periksa 10 Ribu Orang di Pasar Grosir
TEMPO.CO | 13/06/2020 19:06
Pengunjung menikmati makanan di food court sebuah mall setelah meredanya pandemi virus corona atau COVID-19 di Beijing, Cina, 15 Mei 2020. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins
Pengunjung menikmati makanan di food court sebuah mall setelah meredanya pandemi virus corona atau COVID-19 di Beijing, Cina, 15 Mei 2020. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

TEMPO.CO, Shanghai - Otoritas kesehatan di Beijing menyatakan akan memeriksa lebih dari 10 ribu orang di sebuah pasar grosir pertanian. Pemeriksaan melalui tes asam nukleat--tes yang sama untuk menyisir infeksi virus tersisa di Wuhan--untuk mendeteksi infeksi virus corona menyusul temuan dua kasus baru Covid-19 pada Jumat 12 Juni 2020.

Pasar grosir Xinfadi ditutup sementara waktu per hari ini, Sabtu 1 Juni 2020. Sebelumnya, perdagangan sapi dan kambing di pasar itu lebih dulu dihentikan. Di samping menutup pasar grosir lainnya di sekitar kota. 

Belum ada keterangan yang menjelaskan bagaimana kedua pria tersebut dapat terinfeksi Covid-19. Keduanya bekerja di sebuah pusat penelitian daging dan beberapa hari sebelumnya mengunjungi pasar itu.

Kasus keduanya menjadi bagian dari 11 kasus infeksi baru dan 7 kasus orang tanpa gejala yang dilaporkan sepanjang Jumat. Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Cina melalui pernyataannya mengatakan bahwa lima dari pasien baru Covid-19 itu merupakan kasus impor, yang melibatkan pelancong dari luar negeri.

Sementara itu, enam kasus transmisi lokal Covid-19 semuanya berada di Beijing. NHC juga melaporkan tujuh kasus terkonfirmasi dan satu kasus OTG sehari sebelumnya.

Hingga kini, total kasus Covid-19 di Cina daratan mencapai 83.075, dengan total kematian tidak berubah, yakni berjumlah 4.634. Cina tidak mencatat pasien OTG, yang terinfeksi virus namun tidak menunjukkan gejala, sebagai kasus terkonfirmasi.

Sejumlah kasus baru itu sudah cukup untuk membuat otoritas setempa mengkhawatirkan gelombang kedua wabah Covid-19. Khawatir atas risiko penularan virus itu pula, sebuah toko swalayan besar di Beijing mengeluarkan salmon dari raknya semalaman. Dilaporkan media milik pemerintah Beijing, Youth Daily, virus corona penyebab Covid-19 ditemukan di papan potong yang digunakan untuk impor salmon di pasar.

Sebelumnya, pemerintah kota setempat juga mengatakan telah membatalkan rencana untuk membuka kembali sekolah pada Senin 15 Juni bagi para siswa kelas satu hingga tiga.

Tim dari otoritas kesehatan Cina juga mengunjungi rumah seorang reporter Reuters di Distrik Dongcheng, Beijing, hari ini. Mereka menanyakan apakah dia telah mengunjungi pasar Xinfadi, yang berjarak 15 km (9 mil) jauhnya. 

Sumber: Reuters


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT