Akun Twitter Joe Biden, Obama, Musk, Dipakai Penipuan Bitcoin
TEMPO.CO | 16/07/2020 09:36
Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)
Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)

TEMPO.CO, San Francisco - Akun Twitter milik para tokoh dunia, di antaranya Joe Biden, Bill Gates, Elon Musk dan Apple, diretas pada hari Rabu, 15 Juli 2020, dan memposting cuitan yang mempromosikan penipuan cryptocurrency (mata uang kripto).

Akun-akun tersebut, bersama dengan akun mantan Presiden Barack Obama, Kanye West, Kim Kardashian West, Warren Buffett, Jeff Bezos dan Mike Bloomberg, membuat cuitan serupa yang meminta sumbangan melalui Bitcoin ke profil terverifikasi mereka, sebagaimana dikutip CNN, Rabu.

"Semua orang meminta saya untuk memberikan kembali, dan sekarang adalah waktunya," cuit Gates, yang berjanji akan menggandakan semua pembayaran ke sebuah alamat Bitcoin selama 30 menit berikutnya.

Dalam sebuah cuitan pada hari Rabu, CEO Jack Dorsey mengatakan itu adalah "hari yang berat bagi kami di Twitter." "Kami semua merasa tidak enak karena ini terjadi," ujarnya. "Kami mendiagnosis dan akan mengupayakan segala yang kami bisa ketika kami memiliki pemahaman yang lebih lengkap tentang apa yang terjadi."

The Verge melaporkan Twitter menonaktifkan kemampuan akun para tokoh setelah peretasan besar-besaran itu. Penonaktifan tampaknya hanya berlaku untuk akun yang telah diverifikasi oleh Twitter. Akun yang belum diverifikasi masih dapat mencuit secara normal, dan akun yang diverifikasi tampaknya dapat me-retweet cuitan yang ada.

"Anda mungkin tidak dapat mencuit atau mengatur ulang kata sandi Anda saat kami meninjau dan mengatasi kejadian ini," kata akun dukungan Twitter, yang kemudian menambahkan bahwa "beberapa fungsi akun lainnya" juga akan terbatas.

Sekitar pukul 8:30 malam ET, kira-kira tiga jam setelah Twitter pertama kali mengatakan kepada publik bahwa perusahaan sedang menyelidiki peretasan itu, Twitter mengatakan mayoritas akun telah dikembalikan ke fungsionalitas penuh.

"Sebagian besar akun dapat mencuit lagi. Saat kami terus memperbaiki, fungsi ini mungkin datang dan pergi," kata perusahaan itu. "Kami sedang berusaha untuk memulihkan keadaan secepat mungkin."

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa cuitan ini tidak dikirim oleh Bill Gates," kata juru bicara Gates kepada CNN Business. "Ini tampaknya menjadi bagian dari masalah yang lebih besar yang dihadapi Twitter. Twitter sadar dan berupaya memulihkan akun."

Dompet Bitcoin pertama yang ditampilkan dalam beberapa cuitan hanya aktif pada hari Rabu, menurut Tim Cotten, seorang peneliti Bitcoin, kepada CNN Business. Dalam beberapa jam setelah nomor identifikasi dompet dikirim ke Twitter, Bitcoin menerima lebih dari US$ 100.000 (Rp 1,45 miliar) melalui ratusan transaksi, kata Cotten. Sebagian dari Bitcoin itu kemudian ditransfer ke dompet lain, tambahnya.

CNN | THE VERGE


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT