Popularitas Ponsel Huawei dan Apple Naik pada Kuartal II di Cina
TEMPO.CO | 04/08/2020 06:24
Seorang pengunjung mengambil gambar ponsel iPhone disebuah toko Apple yang baru dibuka saat pandemi COVID-19 di Sanlitun, Beijing, Cina, 17 Juli 2020. REUTERS/Thomas Peter
Seorang pengunjung mengambil gambar ponsel iPhone disebuah toko Apple yang baru dibuka saat pandemi COVID-19 di Sanlitun, Beijing, Cina, 17 Juli 2020. REUTERS/Thomas Peter

TEMPO.CO, Jakarta - Ponsel keluaran Huawei dan Apple mendapatkan kenaikan pangsa di pasar Cina untuk kuartal kedua 2020.

Dikutip dari Reuters, Jumat, 31 Juli 2020, Huawei mengirimkan 40,2 juta perangkat di Cina pada kuartal kedua tahun ini atau 8 persen lebih banyak dibandingkan periode sama tahun lalu. Pangsa pasar Huawei di Cina saat ini sebanyak 44 persen.

Sementara Apple, secara tahun-ke-tahun tumbuh 35 persen dengan menjual 7,7 juta unit. Pangsa pasar Apple di Cina sebesar 8,5 persen.

Secara umum, pengiriman ponsel di Cina turun 7 persen dibandingkan tahun 2019, total pengiriman tahun ini sebanyak 97,6 juta unit.

Penurunan ini menunjukkan konsumen di Cina memperketat pengeluaran mereka dan menunda membeli ponsel, meskipun perekonomian di negara itu kembali beranjak pulih setelah karantina wilayah akibat pandemi virus corona.

Lembaga riset industri ponsel Canalys menyatakan hampir separuh dari ponsel yang dikirimkan di Cina berupa ponsel 5G.

Pada kuartal kedua terdapat 39 juta unit ponsel 5G yang terjual atau 260 persen lebih banyak dibandingkan kuartal sebelumnya.

Analis dari Canalys, Louis Liu, menjelaskan bahwa merek lokal Cina memimpin penetrasi 5G serta mendukung operator seluler untuk migrasi pengguna 4G ke 5G. Pelanggan 5G di sana pada Juli sudah melebihi 100 juta pelanggan.

"Huawei ingin menjadi merek 5G di Cina, portofolio 5G mereka melebihi 60 persen dari total pengiriman di kuartal kedua," kata Liu.

Sementara itu, pengiriman ponsel merek lokal lainnya, yaitu Vivo, OPPO dan Xiaomi masing-masing turun sebesar 13 persen, 19 persen, dan 19 persen.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT