Uji Klinis Immunomodulator Covid-19 LIPI Ditargetkan Selesai 16 Agustus
TEMPO.CO | 04/08/2020 07:08
Peneliti melakukan pengeringan beku ekstrak bahan alam untuk imunomodulator (peningkat imun tubuh) bagi pasien COVID-19 di Laboratorium Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 1
Peneliti melakukan pengeringan beku ekstrak bahan alam untuk imunomodulator (peningkat imun tubuh) bagi pasien COVID-19 di Laboratorium Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 17 Juli 2020. LIPI bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait saat ini sedang melakukan tahap uji klinik penggunaan imunomodulator berbahan herbal, seperti jahe merah, meniran, sambiloto, dan sembung pada pasien di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Jakarta dan ditargetkan selesai akhir Juli 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Tim peneliti di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, berhasil merekrut subjek penelitian terakhir (subjek ke-90) yang 72 di antaranya telah selesai melakukan uji klinis kandidat immunomodulator dari tanaman herbal asli Indonesia untuk pasien Covid-19.

Uji klinis yang dipimpin peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu ditargetkan selesai pada 16 Agustus 2020.

Masteria Yunolvisa Putra dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI sekaligus Koordinator Kegiatan Uji Klinis Kandidat Immunomodulator dari Herbal untuk Penanganan Covid-19 menerangkan metode uji klinis kandidat imunomodulator dilakukan secara acak terkontrol tersamar ganda dengan plasebo untuk menjaga dari terjadinya bias pada penelitian.

"Terdapat dua produk uji dan satu plasebo yang diberikan secara acak dan merata kepada 90 subjek uji, sehingga terdapat 30 subjek uji untuk masing-masing kelompok," ujar dia, seperti dikutip laman resmi LIPI.

Karena yang digunakan sistem blinding yang tersamar ganda, baik subjek maupun peneliti tidak mengetahui yang diberikan kepada subjek itu adalah salah satu dari produk uji yang diujikan atau plasebo.

Sistem blinding akan dibuka setelah keseluruhan uji klinis obat terhadap subjek selesai yang direncanakan pada 16 Agustus sudah bisa dibuka untuk mengetahui data pasien yang sudah mendapatkan kontrol.

Tim peneliti berasal dari LIPI, Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan, dan tim dokter Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Saat ini mereka tengah melakukan koleksi data yang akan dikirimkan ke BPOM selaku regulator.

Sebagai informasi dua produk yang diujikan pada uji klinis adalah Cordyceps militaris dan kombinasi herbal yang terdiri dari rimpang jahe, meniran, sambiloto dan daun sembung. "Kombinasi herbal ini sudah memilki prototype dan data awal serta sudah memiliki izin edar dari BPOM," kata Masteria.

Seluruh tim peneliti, Materia berujar, memohon dukungan dari seluruh masyarakat agar uji klinis mendapatkan hasil yang menggembirakan. "Sehingga dapat memberikan sumbangsih signifikan untuk penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia," tutur dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT