Kasus Harian Covid-19 Tokyo di Atas 200 Selama 8 Hari Beruntun
TEMPO.CO | 05/08/2020 07:41
Disneyland Tokyo saat dibuka kembali. Foto: @kah05disney
Disneyland Tokyo saat dibuka kembali. Foto: @kah05disney

TEMPO.CO, Tokyo - Pemerintah kota metropolitan Tokyo mengonfirmasi 309 kasus baru Covid-19 pada Selasa, 4 Agustus 2020, menurut data awal hingga pukul 15.00 waktu setempat. Angka tersebut menandai hari kedelapan berturut-turut ibu kota Jepang itu mencatatkan lebih dari 200 kasus baru dalam sehari.

Sehari sebelumnya, jumlah kasus baru Covid-19 dilaporkan mencapai 258, turun dari 292 kasus pada Minggu dan rekor penambahan harian 472 kasus pada Sabtu.

Dari 309 orang yang dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa, 193 di antaranya berusia 20-an dan 30-an tahun, mencakup sekitar 62 persen dari seluruh kasus, menurut pemerintah kota metropolitan itu.

Jumlah kumulatif kasus di Tokyo berada di angka 14.022, dengan sekitar 50 persen dari seluruh kasus infeksi dilaporkan pada Juli, papar sejumlah pejabat terkait.

Tokyo masih menjadi pusat wabah Covid-19 di Jepang dengan mencatat total 6.466 kasus pada Juli saja, yang merupakan jumlah bulanan tertinggi.

Pemerintah Tokyo mempertahankan kewaspadaannya di level keempat sekaligus tertinggi, yang berarti "infeksi masih menyebar".

Sejak Senin, pemerintah kota metropolitan itu meminta bar, restoran, dan tempat karaoke untuk menutup gerainya lebih awal sampai akhir Agustus demi membantu mencegah penyebaran virus.

Pemerintah Tokyo akan menyediakan subsidi sebesar 200.000 yen (10 yen = Rp 1.372) bagi setiap bisnis yang mematuhi permintaan untuk menutup gerai, meski Gubernur Tokyo Yuriko Koike sudah mendesak warganya untuk tidak makan di restoran secara berkelompok dan mengunjungi tempat hiburan malam.

Koike mengatakan pengumuman status darurat yang spesifik untuk Tokyo akan dikeluarkan jika situasi di ibu kota Jepang itu tidak membaik.

Lebih lanjut, gubernur Tokyo itu menuturkan bahwa toko-toko yang diketahui mematuhi kebijakan antivirus oleh pihak pemerintah akan memasang stiker yang memberi tahu pelanggan bahwa mereka sudah menerapkan langkah-langkah pencegahan yang diwajibkan.

Koike sudah meminta kerja sama dari perusahaan dan masyarakat untuk mempromosikan penggunaan stiker tersebut.

Pemerintah Prefektur Osaka juga menyuarakan kekhawatiran tentang peningkatan jumlah kasus di prefektur yang terletak di wilayah barat Jepang itu, dan akan menerapkan langkah-langkah kebijakan serupa untuk bar, kelab, dan restoran yang menyediakan minuman beralkohol, terutama di distrik hiburan Minami di Osaka, dengan beberapa di antaranya diminta untuk menutup gerai.

ANTARA | XINHUA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT