Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Perkuliahan di Yogyakarta, Covid-19 di Jepang
TEMPO.CO | 05/08/2020 21:07
Ilustrasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Shutterstock
Ilustrasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang perkuliahan tahun ajaran baru di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta di masa pandemi Covid-19 bakal ditempuh dengan dua metode bergantung jenis materi perkuliahannya.

Berita terpopuler selanjutnya, pemerintah kota metropolitan Tokyo mengonfirmasi 309 kasus baru Covid-19 pada Selasa, 4 Agustus 2020, menurut data awal hingga pukul 15.00 waktu setempat, juga masuk dalam berita terpopuler hari ini. Angka tersebut menandai hari kedelapan berturut-turut ibu kota Jepang itu mencatatkan lebih dari 200 kasus baru dalam sehari.

Juga, Bambang Ariyanto atau yang diinisialkan sebagai BA dalam konferensi pers yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama atau UNU Yogyakarta, Selasa 4 Agustus 2020, telah lebih dulu membuat pernyataan. BA sedang viral di media sosial setempat tentang riset atau penelitiannya mengenai swinger atau orang yang saling bertukar pasangan hubungan intim.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

1. Perkuliahan di Yogyakarta Akan Ditempuh Secara Daring dan Luring

Ilustrasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Shutterstock

Perkuliahan tahun ajaran baru di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta di masa pandemi Covid-19 bakal ditempuh dengan dua metode bergantung jenis materi perkuliahannya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Didi Achjari menuturkan pada dasarnya semua kampus di Yogyakarta sepakat mematuhi arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yang intinya meminta  perkuliahan di tahun ajaran baru ini tetap dilakukan secara daring (dalam jaringan) guna meminimalisir penularan Covid-19 yang semakin meluas.

Hanya saja, tidak semua kegiatan perkuliahan itu akan dilaksanakan secara daring. Ada beberapa materi yang perlu disampaikan secara langsung atau luring (luar jaringan). “Untuk beberapa kegiatan seperti praktikum dan lainnya yang memang tidak bisa dilakukan secara daring, tetap dilakukan secara luring dengan protokol kesehatan,” ujar Didi, Selasa, 4 Agustus 2020.

2. Kasus Harian Covid-19 Tokyo di Atas 200 Selama 8 Hari Beruntun

Disneyland Tokyo saat dibuka kembali. Foto: @kah05disney

Pemerintah kota metropolitan Tokyo mengonfirmasi 309 kasus baru Covid-19 pada Selasa, 4 Agustus 2020, menurut data awal hingga pukul 15.00 waktu setempat. Angka tersebut menandai hari kedelapan berturut-turut ibu kota Jepang itu mencatatkan lebih dari 200 kasus baru dalam sehari.

Sehari sebelumnya, jumlah kasus baru Covid-19 dilaporkan mencapai 258, turun dari 292 kasus pada Minggu dan rekor penambahan harian 472 kasus pada Sabtu. Dari 309 orang yang dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa, 193 di antaranya berusia 20-an dan 30-an tahun, mencakup sekitar 62 persen dari seluruh kasus, menurut pemerintah kota metropolitan itu.

Jumlah kumulatif kasus di Tokyo berada di angka 14.022, dengan sekitar 50 persen dari seluruh kasus infeksi dilaporkan pada Juli, papar sejumlah pejabat terkait.

3. Penelitian tentang Swinger Cuma Modus, Peneliti Akui Pelecehan Seksual

ilustrasi pelecehan seksual (pixabay.com)

Bambang Ariyanto atau yang diinisialkan sebagai BA dalam konferensi pers yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama atau UNU Yogyakarta, Selasa 4 Agustus 2020, telah lebih dulu membuat pernyataan. Bambang Ariyanto sedang viral di media sosial setempat tentang riset atau penelitiannya mengenai swinger atau orang yang saling bertukar pasangan hubungan intim.

Pernyataan Bambang Ariyanto dibuat dalam bentuk video yang diunggah di akun Facebook miliknya, sebelum kemudian dicabut kembali, pada Minggu 2 Agustus 2020. Dalam video, ia mengakui bahwa rencana penelitian tentang swinger kepada banyak perempuan merupakan kebohongannya belaka.

"Karena sesungguhnya saya lebih ingin berfantasi swinger secara virtual semata. Hal itu dikarenakan kata swinger sering menghantui saya," katanya sambil mengaku kalau video dibuatnya tanpa paksaan.



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT