Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Pesawat N219 dan Suntik Vaksin Covid-19
TEMPO.CO | 07/08/2020 21:44
Pesawat N219  terbang perdana dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 16 Agustus 2017. TEMPO/Prima Mulia
Pesawat N219 terbang perdana dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 16 Agustus 2017. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau LAPAN berharap pesawat N219 lolos uji sertifikasi pada akhir tahun ini untuk selanjutnya memasuki tahap produksi massal tahun depan. Pesawat ringan yang dikembangkannya bersama PT Dirgantara Indonesia itu kini menunggu sertifikasi tipe dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Kementerian Perhubungan.

Berita terpopuler selanjutnya, Observatorium nasional yang sedang dibangun di Gunung Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur, diharap dapat rampung dan diresmikan penggunaannya pada 2021. Saat ini observatorium itu masih dalam pembangunan gedung teleskop. LAPAN berencana menempatkan satu teleskop besar di sana.

Berita ketiga dari persiapan uji klinis vaksin Covid-19 di Kota Bandung. Tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadajaran mengatakan setiap relawan akan menerima penyuntikan vaksin sebanyak dua kali selang dua minggu. Pelaksanaannya mulai 11 Agustus mendatang paralel dengan pemenuhan jumlah relawan yang dibutuhkan.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno sepanjang hari ini, Jumat 7 Agustus 2020:

1. Pesawat N219 Jalani Uji Terbang Akhir Sebelum Produksi Massal

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau LAPAN berharap pesawat N219 lolos uji sertifikasi pada akhir tahun ini juga untuk selanjutnya memasuki tahap produksi massal tahun depan. Pesawat ringan yang dikembangkannya bersama PT Dirgantara Indonesia itu kini menunggu sertifikasi tipe dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Kementerian Perhubungan.

"N219 sampai saat ini sedang dilakukan uji terbang akhir dengan misi sangat 'critical'," kata Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa LAPAN, Rika Andiarti, dalam gelar wicara virtual 'Iptek Pengembangan dan Antariksa Bagi Indonesia Maju' yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Antariksa, Kamis 6 Agustus 2020.

Prosesi pemberian nama pesawat N219 yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 November 2017. TEMPO/Subekti


Dalam acara itu, Rika mengatakan kalau tingkat komponen dalam negeri yang digunakan pada pembuatan pesawat itu sudah mencapai 40 persen. Ke depan akan ditingkatkan menjadi 60 persen, dan diupayakan semakin meningkat bersamaan dengan pengembangkan pesawat N219 versi amfibi.

2. LAPAN Siapkan Teleskop Besar untuk Observatorium Kupang

Observatorium nasional yang sedang dibangun di Gunung Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur, diharap dapat rampung dan diresmikan penggunaannya pada 2021. Saat ini observatorium masih dalam pembangunan gedung teleskop.

"Harapannya observatorium nasional ini bisa diresmikan tahun depan," kata Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Halimurrahman dalam gelar wicara virtual "Iptek Pengembangan dan Antariksa Bagi Indonesia Maju" di Jakarta, Kamis 6 Agustus 2020, atau bertepatan dengan Hari Antariksa.

Pekerja mengangkut konstruksi kubah peneropong bintang berukuran kecil di Observatorium Bosscha, Bandung, 4 Mei 2015. Konstruksi kubah ini akan dikirim ke peneropongan bintang Bosscha di Kupang. TEMPO/Prima Mulia


Halimurrahman menerangkan, Gunung Timau dipilih menjadi lokasi pembangunan observatorium karena diperlukan suatu daerah yang gelap dan tidak banyak hambatan awan. "Karena di daerah yang cahayanya sangat rendah kita bisa melihat bintang yang berkelip di atas kita," ujarnya.

3. Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac Disuntik Dua Kali

Ketua tim peneliti uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadajaran Kunandi Rusmil mengatakan relawan uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 dari perusahaan Sinovac asal Tiongkok akan menerima penyuntikan vaksin sebanyak dua kali. “Selang 14 hari. Hari ini disuntik, dua minggu kemudian disuntik,” kata dia, di Bandung, Kamis, 6 Agustus 2020.

Kusnandi mengatakan, imunigenitas relawan akan muncul maksimal 2 minggu setelah penyuntikan vaksin yang kedua. Pada dua minggu setelah penyuntikan kedua, tim uji klinis akan mengambil sampel darah untuk memeriksa imunigenitasnya. “Diambil darahnya, dilihat zat antibodi yang terbentuk. Kadarnya,” kata dia.

Dokter menyuntik vaksin Covid-19 pada relawan saat pelaksanaan simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di RS Pendidikan Universitas Padjadjaran, Bandung, Kamis, 6 Agustus 2020. Simulasi uji klinis ini digelar untuk mengetahui alur proses vaksinasi pada relawan yang harus melalui 6 tahapan. TEMPO/Prima Mulia


Kusnandi mengatakan, dari pengujian vaksin Sinovac yang dilakukan di Tiongkok, 97 persen relawan yang mendapat suntikan vaksin tersebut akan memiliki antibodi untuk melawan Covid-19. “Itu antibodi terhadap penyakit yang disuntikkan. Memang spesifik. Pasti dia kebal kalau itu terbentuk,” kata dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT