California Laporkan Kasus Pes Pertama pada Manusia Sejak 2015
TEMPO.CO | 20/08/2020 08:47
Anjing Labrador berwarna bulu kecoklatan. Smithsonian Magazine
Anjing Labrador berwarna bulu kecoklatan. Smithsonian Magazine

TEMPO.CO, Los Angeles - California melaporkan bahwa seorang warga yang tinggal di El Dorado County dinyatakan positif terjangkit pes. Hal itu menjadikannya kasus pertama penyakit mematikan itu pada manusia sejak 2015.

Menurut pernyataan yang dirilis pada Senin, 17 Agustus 2020, oleh Badan Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan El Dorado County, pasien tersebut, yang saat ini dalam perawatan tenaga medis profesional dan sedang dalam pemulihan di rumah, kemungkinan digigit oleh kutu yang terinfeksi saat mengajak anjingnya berjalan-jalan belum lama ini.

Kepala Petugas Kesehatan Masyarakat El Dorado County Nancy Williams dikutip dalam pernyataan tersebut mengatakan bahwa pes secara alami muncul di banyak wilayah California, termasuk daerah dataran tinggi El Dorado County, dan kasus pes pada manusia memang sangat jarang, tetapi bisa sangat serius.

Di daerah tempat pasien terinfeksi, lanjut pernyataan itu, ada sejumlah pengumuman yang dipasang untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang adanya wabah pes, mengingatkan mereka untuk menjaga diri dan hewan peliharaan mereka ketika berada di luar ruangan, terutama saat berjalan-jalan, melakukan pendakian dan/atau berkemah.

Pes merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Bakteri pes paling sering ditularkan melalui gigitan kutu yang memperoleh bakteri tersebut dari bajing, tupai, dan hewan pengerat liar lainnya yang terinfeksi. Anjing dan kucing juga dapat membawa kutu yang terinfeksi pes masuk ke dalam rumah.

Kasus pes terakhir yang dilaporkan di California adalah dua kasus manusia yang terpapar hewan pengerat yang terinfeksi atau kutunya di Taman Nasional Yosemite pada 2015. Kedua orang tersebut dirawat dan berhasil disembuhkan. Kasus ini merupakan kasus pes pertama pada manusia yang dilaporkan di negara bagian itu sejak tahun 2006.

ANTARA | XINHUA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT