Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Gempa Pacitan dan Peringatan Dini BMKG
TEMPO.CO | 22/09/2020 22:24
Peta pusat gempa bumi tektonik di wilayah Samudera Hindia di selatan Pulau Jawa pada Kamis 12 Maret 2020, pukul 15.03 WIB. Guncangannya dirasa hingga Yogyakarta. (BMKG)
Peta pusat gempa bumi tektonik di wilayah Samudera Hindia di selatan Pulau Jawa pada Kamis 12 Maret 2020, pukul 15.03 WIB. Guncangannya dirasa hingga Yogyakarta. (BMKG)

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Hari Ini diisi berita yang bervariasi. Dimulai dari peristiwa gempa, yakni BMKG merekamnya datan dari laut di selatan Jawa di sekitar Pacitan, Jawa Timur. Saat itu gempa tercatat yang ketiga yang menggoyang wilayah Indonesia sepanjang hari ini. 

Berita kedua datang dari pengumuman distributor produk Apple di Indonesia, PT. Erajaya Swasembada Tbk., yang memastikan kehadiran iPhone SE 2 mulai 2 Oktober mendatang. Sedang berita ketiga terkait pernyataan BMKG yang telah memperingatkan sebelum banjir bandang di Sukabumi dan Bogor.

Berikut ini Top 3 Tekno Berita Hari Ini, Selasa 22 September 2020, selengkapnya,

1. BMKG: Gempa Ketiga Hari Ini Menggoyang Pacitan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG merekam getaran gempa dari selatan Jawa pada Selasa pagi, 22 September 2020. Sumber gempa tepatnya berada di laut, 56 kilometer sebelah tenggara Pacitan, Jawa Timur.

Dalam keterangan resminya, BMKG memaparkan kalau gempa terukur berkekuatan 4,3 dalam skala Magnitudo. Sumber gempa yang terjadi pada pukul 8.39 WIB itu terletak di kedalaman 35 kilometer. "Dirasakan di Pacitan dalam skala II MMI (lemah)," bunyi keterangan BMKG.

Dalam situs webnya, BMKG mencantumkan gempa itu yang ketiga yang terekam sepanjang hari ini di wilayah Indonesia. Dua sebelumnya terjadi di wilayah Maluku. Yang pertama 3,9 M berpusat di 39 kilometer barat daya Kairatu, kedalaman 10 kilometer, pada pukul 3.10 WIB. Kedua, 5,2 M dengan pusat di 232 kilometer timur laut Maluku Barat Daya, kedalaman 141 kilometer, pada pukul 8.19 WIB. Seluruhnya berada di laut.

2. Erajaya Pastikan iPhone SE 2 di Indonesia 2 Oktober, Harganya?

Distributor produk Apple PT. Erajaya Swasembada Tbk memastikan kehadiran iPhone SE 2 di Indonesia pada 2 Oktober 2020. Smartphone itu menawarkan performa yang setara dengan iPhone 11 karena menggunakan chip yang sama, A13 Bionic.

Berdasarkan keterangan tertulisnya, Senin 21 September 2020, Erajaya menjelaskan bahwa A13 Bionic merupakan chip tercepat yang digunakan Apple pada iPhone. "iPhone SE menawarkan performa tak tertandingi, umur baterai panjang, ketahanan air dan debu, dan sistem kamera tunggal dengan mode Portrait," tulis Erajaya.

Apple telah resmi merilis iPhone SE 2--penerus dari iPhone SE yang dirilis pada 2016-- secara global pada 15 April 2020 lalu. Layar dari ponsel iPhone versi harga ekonomis itu berukuran 4,7 inci, lebih kecil dari jajaran iPhone terbaru yang sudah meluncur lebih dulu.

3. Banjir Bandang Sukabumi-Bogor, BMKG Beri Peringatan Dini 5 Kali

Banjir bandang secara bersamaan terjadi di wilayah Bogor dan Sukabumi, Senin sore, 21 September 2020. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) curah hujan di sekitar Sukabumi dan Bogor terjadi merata dengan intensitas ringan hingga sangat lebat pada sore sampai malam. Akumulasi curah hujan yang cukup tinggi dari hulu dengan durasi lama berpotensi meluapkan air sungai dan memicu banjir bandang di dataran rendah.

Banjir bandang di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin, 21 September 2020. BPBD Kabupaten Sukabumi

Prakirawan Stasiun Klimatologi Bogor Retno Kartika Ningrum lewat keterangan tertulis, Selasa 22 September 2020, menyatakan empat dari lima stasiun penakaran curah hujan di wilayah Bogor dan Sukabumi mencatat hujan tergolong sangat lebat. Curah hujannya berkisar 87,4 hingga 110 milimeter per hari. Curah hujan tertinggi terpantau di Stasiun Citeko di Cisarua selama empat jam dari pukul 15.00 sampai 19.00 WIB.

Indikasi cuaca buruk itu terpantau BMKG berdasarkan data suhu permukaan dari pagi hingga siang yang menunjukkan terjadinya pemanasan cukup kuat. Faktor lokal yaitu kelembapan udara basah ikut mendukung proses pertumbuhan awan hujan. “Dengan jenis Cumulus padat dan Cumulonimbus yang menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang,” katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT