Vaksin Covid-19 Berbasis DNA Akan Diuji pada Warga Australia November
TEMPO.CO | 27/09/2020 12:41
Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic
Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

TEMPO.CO, Sydney - Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Universitas Sydney akan mulai menguji vaksin Covid-19 berbasis DNA pada warga Australia yang sehat, menurut universitas tersebut.

Vaksin berbasis gen itu, yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Australia, Technovalia, dan mitra vaksin internasional mereka, BioNet, telah terbukti aman dan efektif dalam studi praklinis.

Dengan dukungan dari pemerintah Australia, Lektor Kepala Nicholas Wood dari Universitas Sydney akan memimpin evaluasi klinis kandidat vaksin tersebut pada manusia untuk kali pertama.

Wood memperkirakan uji coba vaksin itu akan dimulai secara resmi pada November mendatang.

"Uji coba tahap 1 ini akan menjadi uji coba vaksin Covid-19 berbasis DNA pertama di Australia," papar Wood, Jumat, 25 September 2020.

Uji coba tersebut akan melibatkan hingga 150 peserta sehat berusia 18 hingga 75 tahun di New South Wales, Australia Selatan, dan Australia Barat untuk menilai keamanan, reaktogenisitas, dan imunogenisitas dari berbagai dosis vaksin.

"Jika uji cobanya menunjukkan vaksin tersebut aman, maka uji coba tahap 2 yang lebih besar akan direncanakan," kata Wood.

Berbeda dari banyak vaksin lainnya, vaksin berbasis DNA akan diberikan melalui sistem tanpa jarum.

"Pemberian (vaksin) melalui perangkat tanpa jarum yang menembus kulit dengan semprotan," tutur Wood. "Ini dirancang untuk memastikan vaksin DNA masuk ke dalam sel guna mendorong penyerapan yang baik oleh sistem kekebalan tubuh."

ANTARA | XINHUA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT