70 Persen Kasus Positif Covid-19 di India Tak Menular tapi ...
TEMPO.CO | 03/10/2020 18:15
Petugas kesehatan mengambil sampel usap dari seorang wanita untuk pengujian COVID-19 di Paltan Bazar di Guwahati, Negara Bagian Assam, India, pada 28 September 2020. Jumlah kematian global akibat COVID-19 melampaui 1 juta korban pada awal pekan ini. (Xinh
Petugas kesehatan mengambil sampel usap dari seorang wanita untuk pengujian COVID-19 di Paltan Bazar di Guwahati, Negara Bagian Assam, India, pada 28 September 2020. Jumlah kematian global akibat COVID-19 melampaui 1 juta korban pada awal pekan ini. (Xinhua/Stringer)

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah studi di India menemukan adanya kemungkinan penularan Covid-19 dari orang-orang tertentu terhadap banyak orang sekaligus (superspreading). Studi berjudul Epidemiologi dan Dinamika Penularan Covid-19 di 2 Negara Bagian India ini juga menemukan bahwa kelompok usia muda memiliki peningkatan kasus yang lebih tajam daripada kelompok lanjut usia.

Penelitian yang berdasar pada pelacakan tiga juta kontak di Tamil Nadu dan Andrha Pradesh itu adalah penelitian dengan skala pelacakan kontak terbesar selama ini. Dari penelitiannya itu, para peneliti menemukan bahwa 70 persen dari orang yang terinfeksi Covid-19 ternyata tidak menulari orang lain yang pernah kontak dengan mereka.

Baca juga:
Diare dan Muntah Tambah Daftar Gejala Covid-19 pada Anak-anak

Hanya delapan persen yang diketahui menularkan infeksi virus yang menjangkitinya itu kepada orang lain. Tapi, dari delapan persen itu asal penularan hingga 60 persen dari total daftar kontak yang ada. Dengan kata lain, ada sebagian kecil orang terjangkit Covid-19 memiliki risiko sangat tinggi untuk menulari orang lain alias super-menular.

Ketua tim penelitian atau studi itu, Ramanan Laxminarayan dari Pusat Kebijakan, Ekonomi, dan Dinamika Penyakit d New Delhi, India, mengatakan penularan hingga 60 persen daftar kontak hanya dari delapan persen orang yang terinfeksi pertama itu sangat tidak proporsional. Dia mencurigai ada apa yang disebutnya superspreading namun selama ini tidak tercatat.

Studi itu melacak dan memeriksa hingga 575 ribu orang yang pernah kontak dengan 85 ribu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 sepanjang periode Maret-Agustus lalu. “Kami terkejut, hanya delapan persen dari kasus primer yang terinfeksi bertanggung jawab atas 60 persen kontak yang terinfeksi,” kata Laximanarayan, dikutip dari CNN, pada Jumat, 2 Oktober 2020.

Studi yang telah dipublikasikan di jurnal Science pada akhir September itu juga menemukan anak-anak terinfeksi dalam jumlah yang signifikan meskipun sekolah-sekolah di India sudah ditutup. Anak-anak itu didapati menulari kontak dalam kelompok usianya sendiri. 

Selain itu, dibandingkan dengan laporan di Amerika Serikat pada Agustus lalu, kasus di Tamil Nadu dan Andhra Pradesh menunjukkan penyebaran Covid-19 pada kelompok usia yang lebih muda. Di kedua negara bagian itu, kasus Covid-19 meningkat tajam pada kelompok usia 5-17 tahun dan 18-29 tahun, sementara pada kelompok usia 30-39 tahun mengalami penurunan yang stabil.

Hal itu berbanding terbalik dengan di Amerika Serikat dimana kasus Covid-19 mengalami peningkatan pada kelompok usia 64 tahun ke atas. Perbedaan juga terjadi pada angka kematian. Di Tamil Nadu dan Andhra Pradesh hanya 17,9 persen kematian pada kelompok usia 75 tahun ke atas--bandingkan di AS divmana persentase kematian pada kelompok usia tua mencapai 58,1 persen.

Baca juga:
Positif Covid-19, Presiden Donald Trump Diberi Obat Eksperimental Ini

“Kelompok usia muda hingga menengah adalah yang bersentuhan dengan masyarakat," kata Laxminarayan. Akademisi di Princeton University, Amerika Serikat, itu menambahkan, "Mereka adalah orang-orang yang paling mungkin berada di luar rumah. Merekalah yang menularkan penyakit dari satu tempat ke tempat lain.”

MUHAMMAD AMINULLAH | ZW | CNN |SCIENCE


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT