Top 3 Tekno Berita Kemarin: Relawan Vaksin Covid-19, Limbah di BATAN Indah
TEMPO.CO | 24/10/2020 03:00
Vaksin Covid-19 AstraZeneca. REUTERS/Dado Ruvic
Vaksin Covid-19 AstraZeneca. REUTERS/Dado Ruvic

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin dimulai dari kasus Relawan Vaksin Covid-19 di Brasil meninggal. Meski dilaporkan kalau relawan itu termasuk penerima plasebo, dan bukan vaksin, kasus kematian itu adalah yang pertama yang terjadi di dunia.

Berita top kedua adalah misteri pemilik atau pembuang limbah radioaktif di lingkungan Perumahan BATAN Indah di Tangerang Selatan. Sekitar sepuluh bulan sejak temuan paparan radioaktifnya--hingga kini telah dinyatakan aman kembali--tak jelas keterangan tentang orang tak bertanggung jawab tersebut.

Tempat terakhir diisi berita dari perkembangan penularan Covid-19 global. Sebanyak tiga negara masuk berombongan ke daftar negara penyumbang jumlah kasus positif lebih dari sejuta orang. Ketiganya adalah Prancis, Argentina, dan Spanyol.

Berikut ini Top 3 Tekno Berita Kemarin selengkapnya, 

 

1. Relawan Vaksin Covid-19 Meninggal di Brasil adalah Dokter Muda, Ini yang Terjadi

Media di Brasil mengungkap pada Rabu, 21 Oktober 2020, kalau seorang relawan peserta uji klinis Vaksin Covid-19 yang dikembangkan AstraZeneca dan University of Oxford, Inggris, meninggal. Meski dilaporkan kalau relawan itu termasuk penerima plasebo, bukan vaksin, kasus kematian relawan Vaksin Covid-19 itu adalah yang pertama yang terjadi di dunia.

Pelaksana riset uji klinis Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Brasil, Institut Riset dan Pengajaran D’Or (IDOR) di Universitas Federal Rio de Janeiro, mengaku sudah ada kajian independen yang langsung dilakukan atas kasus kematian itu. Hasilnya menyimpulkan tak ada yang perlu dicemaskan dari keamanan vaksin itu dan uji coba pada manusia bisa dilanjutkan.

Baca juga:
Hentikan Sementara Uji Klinis Vaksin Covid-19, Ini Kata Johnson & Johnson

 
Laporan media di Brasil menyebut relawan yang meninggal itu adalah seorang dokter berusia 28 tahun yang bertugas di unit perawatan darurat dan intensif di dua rumah sakit di Rio de Janeiro. Baru lulus dari Fakultas Kedokteran setahun lalu, dia langsung bekerja di garda terdepan dalam penanggulangan pandemi Covid-19 di negaranya itu sejak Maret lalu.
 
 
 
2. Pembuang Limbah Radioaktif di Perumahan BATAN Indah Masih Teka Teki

Satu pertanyaan besar belum terjawab dari deklarasi status kawasan Perumahan BATAN Indah bersih dari paparan radioaktif, Kamis 22 Oktober 2020. Pertanyaan itu adalah siapa pemilik atau pembuang bahan radioaktif yang diketahui jenis Cesium 137 (Cs-137) yang ditemukan di lahan kosong di perumahan tersebut.

Pertanyaan itu juga dilontarkan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, yang hadir mendengar langsung pembacaan deklarasi status bersih itu di Kantor Pemerintah Kota Tangerang Selatan. "Kenapa sampai terjadi paparan? Pasti ada penyebabnya. Tidak mungkin tiba-tiba tanah mengandung radioaktif," kata dia.

Baca juga:
Biji Kopi Aroma IoT, Tim ITB Juara University Startup World Cup 2020

Menurut Bambang, ketika ada seorang tak bertanggung jawab membuang zat radioaktif di tempat terbuka, ruang publik, proses hukum harus dikedepankan. Penegakan hukum terhadap pelanggar protokol pembuangan limbah radioaktif, dia menekankan, sangat penting selain edukasi perihal pemanfaatan zat radioaktif itu sendiri. 

 
3. Covid-19: Prancis, Argentina dan Spanyol Tembus Satu Juta Kasus

umlah kasus positif Covid-19 di Spanyol telah menembus angka satu juta orang per Rabu lalu. Kementerian Kesehatan Spanyol melaporkan total 1.005.295 kasus pada hari itu sejak pandemi terjadi, dengan sedikitnya 34.366 kematian.

Per artikel ini dibuat, Jumat pagi 23 Oktober 2020, Spanyol telah melaporkan 1.026.281 kasus positif Covid-19 di negaranya. Bersama Spanyol dua negara lain juga telah menembus angka satu juta kasus. Mereka adalah Prancis dan Argentina.

Baca juga:
Rahasia Zirah Besi Kumbang Setan Terungkap

Perkembangan itu membuat peta penularan dunia kini diisi oleh tujuh negara yang jumlah kasusnya sudah di atas satu juta. Empat negara teratas masih tetap komposisinya yakni Amerika Serikat yang hampir mencapai 8,4 juta kasus.

 
 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT