Etsa Kucing Raksasa, Gurun Nazca di Peru Tambah Koleksi Geoglyph
TEMPO.CO | 27/10/2020 07:22
Arkeolog Peru temukan gambar kucing raksasa di lereng bukit Nazca. REUTERS
Arkeolog Peru temukan gambar kucing raksasa di lereng bukit Nazca. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Arkeolog Peru mengungkap sebuah etsa gambar kucing sepanjang 37 meter di situs warisan dunia penetapan UNESCO, Nazca Lines. Ini adalah kawasan gurun di Peru yang sudah dikenal sebagai rumah dari ratusan geoglyph (motif besar yang terukir pada lanskap) berusia lebih dari 2.000 tahun.

Kementerian Budara Peru menerangkan, etsa kucing terdiri dari badan yang memanjang, ekor belang-belang, dan kepala dengan dua telinga yang tegak. Diduga garis cetak dalam ini sudah lebih dulu ada sebelum bentuk lainnya termasuk hummingbird, laba-laba dan sesosok manusia.

Geoglyph bentuk kucing Ini adalah satu di antara sejumlah temuan terbaru beberapa tahun belakangan ini di Nazca Lines. Temuan dihasilkan dari eksplorasi menggunakan drone terhadap wilayah dilindungi seluas 400 kilometer persegi yang terbentang sekitar 450 kilometer sebelah selatan ibu kota Lima, antara kota Nazca dan Palpa.

Johny Isla, arkeolog yang memimpin misi konservasi Nazca Lines di Kementerian Budaya Peru untuk wilayah Nazca-Pampa, mengatakan 'si kucing' berusia sekitar 2.000 tahun. "Bentuknya sudah mulai menghilang karena dia ada di lereng yang mengalami erosi cukup luas yang menjadikannya tersembunyi selama bertahun-tahun," katanya kepada Reuters Television.

Kementerian menyatakan geoglyph terbaru itu telah dibersihkan dan diawetkan oleh tim arkeolog untuk membuatnya lebih mudah terlihat. Ditambahkan pula, "Penemuan ini memberi bukti lebih lagi mengenai warisan budaya yang kaya dan beragam di wilayah itu."

Nazca Lines, yang hanya bisa dilihat dari udara, meliputi etsa seekor monyet, laba-laba, pelikan, paus, anjing dan kadal. Geoglyph produk budaya Nazca dan Paracas tersebut dianggap petunjuk dari kekayaan sejarah pra-Columbia dan dianggap teka teki arkeologis, dengan tanpa seorang pun tahu kenapa mereka tenggelam.

Baca juga:
Dua Kucing Peliharaan di New York Positif Covid-19

Area itu saat ini masih tertutup untuk wisatawan karena pandemi Covid-19 sejak Maret lalu. Rencananya pembukaan kembali mulai 10 November nanti.

CANOE | LIVESCIENCE


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT