Gempa Kemarin: Labuha Lagi 2 Kali, Tapanuli juga Catat Gempa Darat
TEMPO.CO | 23/11/2020 05:30
Lokasi pusat gempa magnitudo 3,3 yang mengguncang Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Minggu malam, 22 November 2020. (ANTARA/HO)
Lokasi pusat gempa magnitudo 3,3 yang mengguncang Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Minggu malam, 22 November 2020. (ANTARA/HO)

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat ada setidaknya empat gempa yang bisa dirasakan sepanjang Minggu 22 November 2020. Dua di antaranya dirasakan di Labuha, Pulau Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, yang sehari sebelumnya telah terguncang hingga lima kali.

Berdasarkan catatan BMKG di situs web resminya, Labuha kembali diguncang lemah gempa (skala II MMI) pada pukul 9.33 dan 15.11 WIB. Masing-masing gempa terukur berkekuatan 4,5 dan 4,2 Magnitudo. Pada gempa yang kedua, intensitas getarannya juga terasa di Kecamatan Bacan Timur Selatan pada Skala III MMI atau setara terasa di dalam rumah, seakan ada truk melintas.

Baik gempa yang pertama maupun yang kedua sama bersumber dari darat, 20 dan 15 kilometer tenggara Labuha. Peta lokasi ini masih berada di kawasan yang sama dengan lima gempa sehari sebelumnya, dengan kedalaman yang juga sama yakni 10 kilometer. Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebut sumbernya adalah Sesar Sorong-Maluku, yang pernah memberi guncangan pada Juli tahun lalu.

Dua gempa lainnya kemarin terjadi di Maluku dan Sumatera Utara. Keduanya terukur memiliki kekuatan berbeda, 5,3 dan 3,3 Magnitudo, namun bisa dirasakan sama hingga skala III MMI.

BMKG mencatat, gempa di Maluku terjadi pada pukul 18.27 WIB dengan sumbernya di laut, 101 kilometer barat laut Piru, Seram Barat. Kedalaman sumber gempa ini terukur 10 kilometer dan gempa bisa dirasakan hingga Ambon pada skala yang lebih lemah.

Baca juga:
Info Gempa Terkini: Labuha Terguncang 5 Kali

Sedang gempa di Sumatera Utara kemarin pada pukul 21.11 WIB, tepatnya berlokasi di darat, 5 kilometer barat daya Kabupaten Tapanuli Utara. Gempa ini juga tergolong dangkal, yakni kedalaman sumber 10 kilometer dan getarannya pada skala III MMI bisa dirasakan di Tarutung.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT