WHO Tinjau Vaksin Covid-19 Pfizer untuk Kemungkinan Daftar Penggunaan Darurat
TEMPO.CO | 03/12/2020 07:19
Seorang karyawan bekerja di laboratorium Pfizer tempat mereka melakukan penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 di Pearl River, New York, AS. Farmasi Pfizer, dan Moderna telah merilis data uji coba yang menunjukkan vaksin mereka sekitar 95 persen efek
Seorang karyawan bekerja di laboratorium Pfizer tempat mereka melakukan penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 di Pearl River, New York, AS. Farmasi Pfizer, dan Moderna telah merilis data uji coba yang menunjukkan vaksin mereka sekitar 95 persen efektif dalam mencegah penyakit, sementara AstraZeneca bulan lalu mengatakan vaksinnya rata-rata efektif sekitar 70 persen. Pfizer/HO REUTERS

TEMPO.CO, Jenewa - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu, 2 Desember 2020, mengatakan telah menerima data vaksin Covid-19 dari perusahaan Pfizer dan BioNTech dan kini sedang meninjaunya untuk kemungkinan daftar penggunaan darurat (EUL).

EUL merupakan patokan bagi negara-negara untuk mengesahkan penggunaan nasional.

Regulator Inggris, Badan Regulasi Obat dan Kesehatan (MHRA), melalui pernyataan mengatakan kepada Reuters mengatakan WHO bersama dengan MHRA sedang membahas kemungkinan mengakses sejumlah informasi dari penilaian pembuat vaksin, yang dapat mempercepat daftar penggunaan darurat WHO.

Inggris pada Rabu merestui vaksin Covid-19 Pfizer, melangkahi Amerika Serikat dan Eropa untuk menjadi negara Barat pertama yang secara resmi mendukung vaksin, yang akan menjangkau orang-orang yang paling rentan awal pekan depan.

Pakar kedaruratan terkemuka WHO, Mike Ryan, menyambut baik kabar tersebut. "Kita tidak boleh berhenti, kita membutuhkan lebih dari 3-4 vaksin. Kita harus menggenjot produksi, kita harus menurunkan harga," katanya melalui acara media sosial. "Kita memerlukan vaksin satu dosis."

ANTARA | REUTERS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT