Studi: Pandemi Covid-19 Turunkan Emisi Karbon Dunia 7 Persen
TEMPO.CO | 13/12/2020 16:38
Kiri: Foto udara gedung-gedung bertingkat yang diselimuti kabut polusi di kawasan Jakarta, Jumat, 6 September 2019. Kanan: Langit biru terlihat di atas kawasan Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat, 3 April 2020. Di pertengahan 2019 polisi di
Kiri: Foto udara gedung-gedung bertingkat yang diselimuti kabut polusi di kawasan Jakarta, Jumat, 6 September 2019. Kanan: Langit biru terlihat di atas kawasan Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat, 3 April 2020. Di pertengahan 2019 polisi di Jakarta mencapai ambang batas bahaya yaitu 180 micron, namun kini turun hingga sepertiganya. TEMPO/Subekti dan ANTARA/Galih Pradipta

TEMPO.CO, London - Sebuah perkiraan terbaru dalam penilaian tahunan yang dirilis Proyek Karbon Global (GCP) pada Jumat, 11 Desember 2020, mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 telah berakibat dalam penurunan emisi gas rumah kaca global tahun ini sebanyak 7 persen, yang merupakan sebuah rekor.

Angka tersebut mewakili penurunan 2,4 miliar metrik ton karbon dioksida (CO2) ke level saat ini yang berada di angka 34 miliar metrik ton, papar studi tersebut, yang dipublikasikan dalam jurnal Earth Systems Science Data.

Penurunan ini sebagian besar terjadi karena masyarakat diharuskan untuk tetap tinggal di rumah dan menjadi lebih sedikit bepergian menggunakan mobil atau pesawat. Namun demikian, emisi karbon diperkirakan akan kembali melonjak setelah pandemi berakhir, ungkap tim peneliti.

Data menunjukkan bahwa transportasi darat menyumbang sekitar seperlima dari emisi CO2, yang merupakan gas pemerangkap panas buatan manusia yang paling utama di Bumi.

Bahkan dengan rekor penurunan ini, dunia masih melepaskan rata-rata 1.075 metrik ton CO2 ke atmosfer setiap detik.

Tren emisi jangka panjang akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana negara-negara menjalankan rencana pemulihan pandemi mereka, papar para ilmuwan dalam studi tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Selasa mengimbau aksi iklim yang ambisius, mengemukakan bahwa dunia harus membuat lompatan besar menuju masa depan emisi net-zero mulai 2021 mendatang.

XINHUA | ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT