Top 3 Tekno Berita Kemarin: Vaksin Sinovac Bandung, Kereta Maglev Cina, WhatsApp
TEMPO.CO | 18/01/2021 06:12
Kesibukan petugas medis saat memeriksa relawan yang akan menjalani uji klinis vaksin virus Corona di Puskesmas Dago, Bandung, Senin, 11 Agustus 2020. Uji klinis vaksin Covid-19 kepada relawan ini melalui beberapa tahap, seperti pemeriksaan kesehatan, tes
Kesibukan petugas medis saat memeriksa relawan yang akan menjalani uji klinis vaksin virus Corona di Puskesmas Dago, Bandung, Senin, 11 Agustus 2020. Uji klinis vaksin Covid-19 kepada relawan ini melalui beberapa tahap, seperti pemeriksaan kesehatan, tes usap dan penyuntikan vaksin. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin bervariasi mulai dari 25 relawan uji Vaksin Sinovac di Bandung positif Covid-19. Ini adalah bagian dari hasil sementara yang dilaporkan tim riset dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pasca dua kali penyuntikan terhadap lebih dari 1.600 relawan--sebagian menerima plasebo.

Berita top kedua adalah teknologi kereta maglev dari Cina yang diklaim bisa membuat kereta melaju hingga 620 kilometer per jam. Prototipe lokomotif berteknologi maglev superkonduksi suhu tinggi (HTS) itu diperkenalkan kepada publik di Chengdu, Cina, Rabu 13 Januari 2021.

Yang ketiga, WhatsApp akhirnya menunda pembaruan ketentuan dan kebijakan privasi bagi para penggunanya yang sebelumnya akan diterapkan per 8 Februari mendatang. Lewat pengumumannya di blog perusahaan, aplikasi pesan milik Facebook itu mengaku mendapati ada begitu banyak misinformasi dan karenanya banyak orang kebingungan tentang rencana pembaruan itu.

Berikut ini Top 3 Tekno Berita Kemarin, Minggu 17 Januari 2021, selengkapnya.

1. 25 Relawan Uji Vaksin Sinovac di Bandung Positif Covid-19

Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran merancang proses uji klinis vaksin Sinovac selesai kurang dari setahun sejak Agustus 2020. Hasil selama tiga bulan pertama perjalanan risetnya telah dilaporkan ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan dan mengantar terbitnya izin penggunaan darurat pada 11 Januari 2021.

Tim memang menilai hasil sementara uji klinis vaksin Covid-19 dari Cina itu bagus. “Tingkat efikasi dari interim report itu 65,3 persen,” kata ketua tim riset Kusnandi Rusmil yang dihubungi  Kamis malam, 14 Januari 2021.

Tingkat efikasi itu, dijelaskan Kusnandi, didapat setelah diketahui ada 18 peserta uji klinis di kelompok penerima plasebo dan 7 di kelompok penerima vaksin yang masih terinfeksi Covid-19 pasca dua kali penyuntikan atau dosis penuh. Adapun total jumlah relawan ada 1603, atau berkurang 17 orang karena mereka tidak datang untuk suntikan kedua setelah ditunggu sepekan sesuai jadwal.

2. Cina Bikin Kereta Maglev Teknologi Sendiri, Kecepatan Diklaim Sampai 620 Km/jam

Sebuah lokomotif kereta jenis prototipe pengguna teknologi maglev superkonduksi suhu tinggi (HTS) diperkenalkan kepada publik di Chengdu, Cina, Rabu 13 Januari 2021. Menurut keterangan Universitas Jiaotong Barat Daya, yang ikut merancangnya, Kereta Maglev produksi dalam negeri Cina itu mampu melesat sampai 620 kilometer per jam.

Jalur relnya yang sepanjang 165 meter untuk menguji lokomotif itu juga diluncurkan pada hari yang sama. Saat seremoni, lokomotif sepanjang 21 meter dengan dominasi warna silver -hitam itu terlihat melayang dan bergerak perlahan sepanjang jalurnya itu. Para ahli langsung memuji pengembangan penting dari teknologi HTS yang dibawa dari laboratorium di Cina.

Kereta cepat Maglev HTS. YouTube

"Meski secara teori terdengar sangat menarik, setiap orang selama ini hanya melihatnya (teknologi HTS maglev) hanya sebagai mainan di laboratorium. Tidak ada yang mencobanya secara langsung," kata Deng Zigang, wakil direktur pusat riset transportasi supercepat maglev dalam kompartemen tekanan rendah di Universitas Jiaotong.

3. WhatsApp Tunda Kebijakan Baru Soal Privasi, Simak Penuturannya

WhatsApp akhirnya menunda pembaruan ketentuan dan kebijakan privasi bagi para penggunanya yang sebelumnya akan diterapkan per 8 Februari mendatang. Kebijakan baru WhatsApp itu telah memicu reaksi besar di kalangan penggunanya yang berbuntut migrasi sebagian di antaranya ke aplikasi pesan pesaing seperti Telegram dan Signal.

WhatsApp, aplikasi pesan milik Facebook, lewat pengumumannya di blog perusahaan menyatakan akan menunda pembaruan itu hingga 15 Mei mendatang. Mereka mengaku mendapati ada begitu banyak misinformasi dan karenanya banyak orang kebingungan tentang rencana pembaruan itu.

Baca juga:
Kebijakan Baru WhatsApp Lonjakkan Pengguna Telegram 25 Juta dalam 3 Hari

"Kami ingin membantu semua orang memahami dulu prinsip-prinsip kami dan fakta-faktanya," bunyi pernyataan WhatsApp membuka isi pengumumannya pada 15 Januari 2021.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT