Calon Vaksin Covid-19 Anhui dari Cina Akan Uji Klinis di Indonesia
TEMPO.CO | 18/02/2021 09:36
Botol kecil berlabel stiker "Vaccine COVID-19" dan jarum suntik medis dalam foto ilustrasi yang diambil pada 10 April 2020. [REUTERS / Dado Ruvi]
Botol kecil berlabel stiker "Vaccine COVID-19" dan jarum suntik medis dalam foto ilustrasi yang diambil pada 10 April 2020. [REUTERS / Dado Ruvi]

TEMPO.CO, Bandung - Calon vaksin Covid-19 buatan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co. Ltd. asal Cina akan menggelar uji klinis fase tiga atau tahap akhir di beberapa negara termasuk Indonesia. Pelaksana uji klinis itu dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad). Timnya berbeda dengan uji klinis vaksin Sinovac yang risetnya masih berlangsung.

Baca:
Australia Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Menurut Rodman Tarigan, peneliti utama uji klinis vaksin Anhui, risetnya akan digelar awal Maret 2021. Lokasinya di dua kota, yaitu Bandung dan Jakarta. Pihaknya juga melibatkan beberapa rumah sakit di dua kota itu sebagai tempat penyuntikan vaksinnya.

Sebelumnya, vaksin Covid-19 Anhui telah menjalani uji klinis fase awal dengan melibatkan 50 orang subyek penelitian. Adapun fase kedua melibatkan 900 orang relawan. Hasil dari dua uji klinis ini diklaim aman dan memberikan kekebalan yang tinggi. “Anhui mengembangkan jenis vaksin rekombinan,” ujar Rodman di laman Unpad, Rabu, 17 Februari 2021.

Platform vaksin ini diambil dari spike glikoprotein atau bagian kecil virus yang akan memicu kekebalan tubuh saat disuntikkan ke tubuh manusia. Metode ini berbeda dengan jenis vaksin Sinovac yang berasal dari virus yang dimatikan. Secara teori, menurutnya, vaksin rekombinan menimbulkan daya tahan tubuh lebih lama dibanding virus yang dimatikan.

Dia mencontohkan jenis vaksin rekombinan Hepatitis B. Berdasarkan hasil penelitian, penyuntikan tiga kali vaksin tersebut akan memberikan kekebalan yang lebih lama. “Secara teori, vaksin rekombinan bisa menimbulkan kekebalan lebih lama dan memberikan perlindungan lebih lama juga, mungkin bisa sampai dua tahun. Namun, teori itu harus dibuktikan dengan uji klinis,” ujar Rodman.

Untuk uji klinis fase III vaksin Covid-19 Anhui ini, tim riset Unpad bekerja sama dengan PT. BCHT Bioteknologi Indonesia sebagai perusahaan penanaman modal asing dari Anhui. Selain Indonesia, uji klinis serupa akan dilakukan di negara Uzbekistan, Ekuador, Pakistan, dan Cina.

ANWAR SISWADI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT