Kasus Positif Covid-19 Sulawesi Barat Naik Dua Kali Lipat Setelah Gempa
TEMPO.CO | 22/02/2021 05:57
Warga mengambil barang dari sisa reruntuhan bangunan di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat, 29 Januari 2021. Memasuki dua pekan pascagempa bumi BNPB merilis    jumlah kerusakan rumah sebanyak 7.863 unit, Mamuju 3.741 dan Majene 4.122 unit. ANTARA/Akbar Tado
Warga mengambil barang dari sisa reruntuhan bangunan di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat, 29 Januari 2021. Memasuki dua pekan pascagempa bumi BNPB merilis jumlah kerusakan rumah sebanyak 7.863 unit, Mamuju 3.741 dan Majene 4.122 unit. ANTARA/Akbar Tado

TEMPO.CO, Mamuju - Kasus positif Covid-19 di Provinsi Sulawesi Barat meningkat dua lipat setelah gempa magnitudo 6,2 terjadi 15 Januari lalu.

Baca:
BMKG: Seluruh Indonesia Berpotensi Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang 

"Kasus positif Covid-19 di Sulbar setelah gempa naik dua kali lipat berdasarkan data dari Dinkes Sulbar," kata juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sulbar, Safaruddin DM, yang juga kepala Dinas Kominfo Sulbar, di Mamuju, Minggu, 21 Februari 2021.

Ia mengatakan, pasien positif Covid di Sulbar pada 6 Januari 2021 mencapai 2.020 orang, namun setelah gempa, pasien Covid-19 meningkat dua kali lipat menjadi 4.701 orang.

"Bahkan pada 19 Februari 2021 jumlahnya sudah mencapai 5.042 orang yang terpapar corona," ujarnya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Didi Asran, meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di daerah pengungsian terkait peningkatan Covid-19 tersebut.

"Masyarakat kurang disiplin menjaga protokol kesehatan di pengungsian sehingga positif Covid-19 bertambah. Perlu peduli dan waspada dengan resiko tertular Covid-19," imbaunya.

Ia mengatakan, tenaga kesehatan akan terus memantau dan mengantisipasi perkembangan penyebaran Covid-19 melalui pola yang biasa disebut dengan 3 T yakni penelurusuran kontak erat dan treatmen atau tindak lanjut berupa perawatan pada pasien Covid-19. "Bencana gempa ini memang memberi dampak yang luar biasa, tetapi kita harus tetap peduli dengan protokol kesehatan dan seharusnya lebih waspada lagi," ujarnya.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT