Pengumuman WhatsApp: Pengguna Tolak Pembaruan 15 Mei Akan Alami Ini
TEMPO.CO | 08/05/2021 10:58
Ilustrasi WhatsApp. shutterstock.com
Ilustrasi WhatsApp. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - WhatsApp menjelaskan bagaimana akan memperlakukan akun milik pengguna yang menolak menyetujui pembaruan kebijakan privasi di aplikasi itu. WhatsApp membeberkan penjelasannya di situs web resmi perusahaan.

Kepada mereka yang tetap menolak per 15 Mei mendatang, aplikasi perpesanan milik Facebook ini menyatakan akan terus memberi notifikasi meminta persetujuan yang dimaksud. Sebuah persistent reminder lalu akan disampaikan setelah beberapa minggu pengguna tetap menolak.

Begitu pengguna melihat reminder itu, WhatsApp langsung beralih ke mode fungsi layanan yang terbatas. Jika itu terjadi, pengguna tidak akan bisa lagi mengakses chat list di aplikasinya. Tapi, ketika ada pesan masuk, pengguna itu masih bisa membuka dan membalasnya. Panggilan masuk audio maupun video juga masih bisa diterima.

Baru, beberapa minggu lagi berlalu, pengguna yang tetap menolak akan terhenti menerima semua pesan dan panggilan masuk. WhatsApp tak mencantumkan tanggal atau tenggat pasti dari setiap periode tersebut. Penjelasan itu menepati keterangan WhatsApp sebelumnya yang tak akan menghapus akun--tapi membuatnya tak berguna.

Pada awal tahun, tepatnya Februari lalu, WhatsApp telah memperbarui ketentuan perihal layanan dan kebijakan privasi. Perubahan hampir seluruhnya mengenai cara interaksi bisnis di WhatsApp. Pada saat itu, notifikasi yang muncul di aplikasi tentang perubahan itu menyebabkan kebingungan di antara pengguna.

Sebagian yang cemas seluruh data pribadinya, dan percakapannya, akan dibagikan WhatsApp ke perusahaan induk, Facebook, karena perubahan itu memilih hijrah ke aplikasi perpesanan lain seperti Telegram. WhatsApp kemudian memutuskan menunda tenggat pembaruan menjadi 15 Mei sembari melakukan sosialisasi ulang yang lebih intensif.

GSM ARENA

Baca juga:
Aplikasi Pesan Teraman, Ini Perbandingan WhatsApp Vs Telegram Vs Signal


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT