Lebaran Hari Kedua, Kematian Akibat Covid-19 di Yogya Naik 3 Kali Lipat
TEMPO.CO | 14/05/2021 21:33
Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]
Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

TEMPO.CO, Yogyakarta - Kasus kematian akibat Covid-19 yang ditemukan bertepatan lebaran hari kedua, Jumat, 14 Mei 2021 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melonjak tiga kali lipat lebih dibanding lebaran hari pertama.

“Penambahan kasus meninggal hari ini sebanyak 13 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi  1.058 kasus,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih Jumat.

Pada lebaran pertama, kasus kematian yang ditemukan di DIY sebanyak empat orang.

Berty membeberkan 13 kasus kematian itu, di antaranya 10 orang berdomisili di Kabupaten Sleman, dua orang berdomisili di Kabupaten Bantul, dan satu orang dari Kabupaten Kulon Progo.

Kasus kematian kali ini tak hanya melanda para lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun, namun ada juga yang masih usia produktif.

“Untuk kasus di Kulon Progo yang meninggal seorang laki laki berusia 38 tahun dan di Sleman ada laki-laki berusia 48 tahun” ujar Berty.

Kasus baru di DIY pada Jumat ini penambahannya di bawah 100 kasus, yakni 97 kasus. Ini merupakan penambahan paling sedikit dibanding sepekan terakhir yang angkanya fluktuatif antara 100-250 kasus per harinya.

Total kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY sendiri menjadi 41.777 kasus dengan total kasus sembuh sebanyak 38.102 kasus.

Perkembangan kasus Covid-19 di DIY pada momentum lebaran ini masih diwarnai kemunculan klaster baru, yakni di Kabupaten Kulon Progo, tepatnya Kecamatan Kokap yang hingga 13 Mei telah menulari 62 orang.

Penyebaran kasus dari klaster yang disebut Klaster Sangon itu, tersebar ke beberapa titik penularannya, di antaranya di Pedukuhan Sangon I sebanyak 43 orang, Pedukuhan Kadigunung 15 orang, Pedukuhan Tapen 2 orang, dan Pedukuhan Tlogolelo 2 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati menyatakan dari keseluruhan klaster di Kulon Progo itu, yang mendapat perawatan di RSUD Wates sebanyak 2 orang dan 1 orang dirawat di RSUD Nyi Ageng Serang Kulon Progo. “Sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri dengan 90 persen bergejala ringan,” katanya.

Baca:
Lebaran Pertama: Kasus Covid-19 Yogya Bertambah 105, 4 Meninggal


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT