Program Sekolah Lapang GAP di Sulteng, Diharapkan Dorong Produksi Komoditi Organik
SULTENGRAYA.COM | 23/06/2021 13:08
Program Sekolah Lapang GAP di Sulteng, Diharapkan Dorong Produksi Komoditi Organik
Kampung Organik Pak Sari

SULTENG RAYA – Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Sulteng saat ini tengah menyelesaikan program pembinaan petani dalam program Sekolah Lapang (SL) Good Agriculture Practic (GAP).

Program GAP sendiri merupakan program pemerintah pusat yang telah diajukan oleh DTPH untuk diadakan di Sulteng. GAP sendiri, perdana diterapkan di Sulteng pada tahun ini.

Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hortikultura, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng, Fatma, mengatakan bahwa, program GAP yang dilaksanakan pemerintah bertujuan untuk mendorong produksi komoditi organik daerah yang diniliai saat ini sedang jadi tren di kalangan petani untuk menghasilkan hasil pangan yang bermutu dan sehat tanpa bahan kimia.

“Penerapan GAP adalah pola budidaya yang praktis yang akan dilakukan oleh petani. Namun, menurut petunjuk pelaksanaan (juklak) yang kami dapatkan dari pusat, GAP mengarah ke sekolah lapang karena harus memiliki demplot dan terjadi pertemuan beberapa kali dengan petani,” ungkapnya kepada Sulteng Raya di ruang kantor DTPH Sulteng, Jalan Kartini, Kota Palu, Selasa (22/6/2021).

Sekolah Lapang GAP, kata Fatma, sudah dieksekusi dinas sejak bulan lalu dan hampir rampung dengan melibatkan kelompok tani domestik untuk pelatihan dan praktik di lapangan secara demplot.

“GAP tahun ini dilaksanakan, dengan pola-pola penerapan dan edukasi berbasis organik. Minimal sertifikasi pelabelan pangan prima 3, jadi dari prima 3 akan mengarah ke organik, makanya semua instrumen GAP kita tidak gunakan yang kimia, dengan harapan untuk hasil produksinya murni organik, karena kita tahu sendiri kalau hasil organik pasti aman untuk dikonsumsi,” katanya.

“Ini sekolah lapangan karena konsepnya itu dibuat semacam pertemuan untuk edukasi dengan petani terkait dengan penerapan GAP di lahan pertanian,” ujarnya menambahkan.

sultengraya.com


BERITA TERKAIT