Stok Air Melimpah, Petani Sukoharjo Bersiap Tanam Padi
KRJOGJA.COM | 18/04/2021 22:07
Stok Air Melimpah, Petani Sukoharjo Bersiap Tanam Padi
Ilustrasi Orang-orangan sawah. AFP PHOTO/ADEK BERRY

SUKOHARJO, KJOGJA.com – Petani mulai melakukan persiapan tanam padi musim tanam II (MT II). Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo meminta pada petani segera melakukan tanam padi serentak untuk mencegah terjadinya serangan hama tikus sekaligus memanfaatkan stok air melimpah karena masih musim hujan.


Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Minggu (18/4) mengatakan, petani sekarang sedang bersiap melakukan tanam padi MT II. Persiapan dilakukan setelah sebelumnya petani baru saja panen padi MT I dan melakukan gropyokan tikus serentak.

Gerakan gropyokan tikus serentak dilakukan petani mengingat sebelumnya banyak tanaman padi rusak diserang hama. Petani berharap setelah kegiatan tersebut serangan hama tikus bisa mereda dan meningkatkan hasil panen padi.

Netty melanjutkan, persiapan yang dilakukan petani sekarang mulai olah tanah dan persemaian bibit padi. Petani diharapkan sudah melakukan tanam padi MT II serentak hingga akhir April atau paling lambat pertengahan Mei mendatang. Permintaan tersebut dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo kepada petani untuk melakukan tanam padi serentak sebagai usaha mencegah serangan hama tikus. Disisi lain juga memanfaatkan stok air melimpah karena masih musim hujan.


“Petani bersiap tanam padi MT II dan diharapkan hasil panen melimpah lebih baik dibanding panen MT I kemarin. Sebab petani sudah melakukan gropyokan tikus serentak dan diharapkan juga cuaca mendukung. Pada MT I kemarin banyak tanaman padi rusak karena serangan hama tikus dan curah hujan tinggi,” ujarnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo memastikan kebutuhan air untuk petani pada MT II terpenuhi. Sebab sumber air melimpah dari Dam Colo Nguter dan hujan juga masih turun. Kendala hanya dihadapi petani akibat serangan hama salah satunya tikus.

Netty Harjianti, mengatakan, fenomena La Nina yang terjadi saat ini diprediksi akan mengakibatkan anomali cuaca berupa peningkatan curah hujan di Kabupaten Sukoharjo. Akibat yang terjadi dengan adanya anomali iklim ini adalah berkembangnya organisme pengganggu tanaman.

Serangan organisme pengganggu tanaman komulatif tahun 2020 adalah, penggerek batang 295 hektar, wereng batang cokelat 577 hektar, tikus 651 hektar, blast 16 hektar, BLB 21 hektar. Dari serangan organisme pengganggu tanaman tersebut mengakibatkan puso seluas 6 hektar di Kecamatan Mojolaban dampak dari serangan hama tikus.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mencatat serangan organisme pengganggu tanaman komulatif sampai dengan akhir Maret 2021 adalah, penggerek batang 98 hektar, wereng batang cokelat 64 hektar, tikus 180 hektar, BLB 46 hektar.

krjogja.com

 


BERITA TERKAIT