Fitur Visiting Jogja Makin Komplet
KRJOGJA.COM | 23/09/2021 11:05
Fitur Visiting Jogja Makin Komplet
Kawasan Jogja Agro Park Kulon Progo dikembangkan menjadi pusat agrowisata Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

YOGYA, KRjogja.com – Dinas Pariwisata DIY terus melengkapi fitur aplikasi Visiting Jogja untuk memudahkan wisatawan yang akan berkunjung ke tempat wisata di DIY. Visiting Jogja wajib digunakan oleh wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata di DIY bersama aplikasi PeduliLindungi.

“Untuk bisa masuk Objek wisata tersebut, pengunjung wajib mengunduh kedua aplikasi tersebut,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo, Selasa (21/9).

Dipaparkannya, setelah status PPKM di DIY masuk level 3, maka DIY mulai membuka destinasi wisata sesuai izin dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). “Ada tiga obwis yang dibuka, yaitu Gembiraloka Zoo di Kota Yogyakarta, Hutan Pinus Mangunan di Bantul dan Tebing Breksi di Sleman,” tambahnya.

Menurut Singgih, saat ini Kemenparekraf juga sudah memberi izin untuk pembukaan empat destinasi baru, yaitu Pinus Pengger dan Seribu Batu di Bantul serta Merapi Park dan Candi Ratu Boko di Sleman. Obwis tersebut telah mengantongi sertifikat CHSE yaitu Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan). “Obwis tersebut juga sudah mendapatkan QR Code aplikasi PeduliLindungi,” lanjutnya.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Marlina Handayani, menambahkan, dalam tiga bulan terakhir, pihaknya terus mengembangkan Visiting Jogja dengan membuat fitur-fitur yang simpel dan menarik. Salah satunya adalah fitur untuk Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS.

Dengan adanya fitur ini, maka untuk reservasi online wisatawan bisa melakukan pembayaran dengan e-payment seperti menggunakan OVO, Go Pay dan lainnya. “Ini akan semakin memudahkan wisatawan,” katanya.

Selain itu, juga ada fitur, seperti tentang desa wisata yang sudah dikelompokkan sesuai ikon desa wisata tersebut. Misal Desa Wisata Kerajinan, Desa Wisata Alam dan lainnya. “Kami juga menyiapkan program untuk Travel Koridor. Tapi fitur ini masih kami hidden sambil menunggu pembukaan semua obyek wisata,” katanya.

Dalam Travel Koridor, Dinpar menyiapkan 11 paket wisata sehingga wisatawan tinggal memilih paket mana yang dipilih. “Kami berikan harga spesial untuk paket ini dan wisatawan juga akan mendapat merchandise dan asuransi perjalanan,” katanya.

Mengenai evaluasi pembukaan tiga obyek wisata, Marlina mengatakan, yang menjadi kendala adalah batasan usia mulai 12 tahun yang boleh masuk obwis dan juga jaringan internet. “Untuk kendala jaringan internet ini dialami oleh Pinus Sari Mangunan dan Tebing Breksi di Sleman,” jelasnya.

Ketua Pengelola Pinus Sari Mangunan, Anang Suhendri membenarkan tentang adanya kendala tersebut. “Untuk sinyal, kami sekarang melakukan kerja sama dengan operator seluler agar sinyal di tempat tersebut semakin kuat sehingga pengunjung tidak terkendala ketika menggunakan aplikasi,” jelas dia.

Sejak dibuka sekitar seminggu lalu sudah banyak wisatawan yang datang ke Pinus Sari. Kebanyakan wisatawan yang datang berasal dari luar kota dan mayoritas dari Jawa Timur. “Wisatawan ini sepertinya sudah terbiasa menggunakan aplikasi PeduliLindungi sehingga mereka tidak kaget ketika masuk Pinus Sari harus menggunakan aplikasi tersebut,” jelas pria yang biasa disapa Hendri ini.

Pada Minggu (19/9) lalu, ada 2.700 lebih wisatawan yang berkunjung ke Pinus Sari. Sementara sehari seblumnya ada 1.356 wisatawan yang berkunjung. “Untuk pengunjung kami dibatasi maksimal 1.900 pengunjung dari kapasitas 4.000 wisatawan dalam satu waktu yang sama. Dengan aplikasi PeduliLindungi bisa dilihat berapa wisatawan yang masuk Pinus Sari. Mereka masuk dan keluar bisa dicek,” katanya.

Pengelola Wisata Tebing Breksi Kholiq Windiyanto mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menerapkan ketentuan yang digariskan Kemenparekraf selama masa ujicoba pembukaan destinasi wisata. Khaliq meminta agar wisatawan yang akan berkunjung ke Breksi lebih dulu untuk mengunduh dua aplikasi. Selain aplikasi PeduliLindungi, pengunjung juga diminta untuk mendownload aplikasi Visiting Jogja.

Wiharto, salah seorang wisatawan yang datang ke Tebing Breksi membawa rombongan keluarganya. Mereka datang dari Sukoharjo, Jawa Tengah menggunakan kendaraan roda empat. “Iya tadi diminta download aplikasi. Karena saya juga bawa orangtua (lansia) belum punya aplikasi, ya terpaksa lain kali kami siapkan. Kami rencanakan kunjungan lain kali,” katanya.

krjogja.com


BERITA TERKAIT