Antisipasi Banjir, Warga Sepanjang Bengawan Solo Andalkan EWS
KRJOGJA.COM | 01/12/2021 14:58
Antisipasi Banjir, Warga Sepanjang Bengawan Solo Andalkan EWS

SUKOHARJO, KRjogja.com – Warga yang tinggal disepanjang aliran Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Grogol mengandalkan alat deteksi dini banjir atau early warning system (EWS) dalam menghadapi kerawanan bencana alam banjir. Warga akan langsung bersiap mengungsi apabila sirine berbunyi. Ada dua EWS terpasang yakni satu unit di bawah jembatan Bacem Telukan dan satu unit di Dukuh Nusupan, Desa Kadokan, Grogol.

Camat Grogol Herdis Kurnia Wijaya, Rabu (1/12) mengatakan, di wilayah Kecamatan Grogol ada dua EWS terpasang dan sangat diandalkan warga khususnya yang tinggal disepanjang aliran Sungai Bengawan Solo. Kedua alat tersebut terpasang satu unit di bawah jembatan Bacem Telukan dan satu unit di Dukuh Nusupan, Desa Kadokan, Grogol.

“Keduanya sama pentingnya dan sangat diandalkan. Apalagi alat yang terpasang di Nusupan, Kadokan karena disana wilayah langganan banjir dan sangat diandalkan warga disana,” ujarnya.

Herdis menjelaskan, khusus untuk EWS di Nusupan, Kadokan beberapa hari lalu sempat berbunyi sebagai peringatan ke warga bahaya banjir akan datang. Sebab pada saat itu debit air Sungai Bengawan Solo naik signifikan setelah hujan deras semalam. Air meluap sampai ke halaman rumah warga.

“Air baru sampai halaman rumah dan belum sampai banjir masuk ke dalam rumah. Sirine sempat berbunyi dan warga sudah melakukan evakuasi. Beruntung beberapa saat kemudian air surut dan warga kembali ke rumah masing-masing,” lanjutnya.

Pemerintah Kecamatan Grogol sudah melakukan pemantauan dan meminta pada Pemerintah Desa Kadokan serta masyarakat setempat untuk selalu waspada terhadap kerawanan bencana alam banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo.

“Beberapa desa lain di wilayah Kecamatan Grogol yang rawan banjir sudah kami minta waspada,” lanjutnya.

Herdis menambahkan, karena pentingnya keberadaan EWS dalam memberi peringatan dini banjir maka Pemerintah Kecamatan Grogol meminta pada semua pihak membantu melakukan perawatan. Sebab kerusakan alat sangat terasa dampaknya merugikan masyarakat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, mengatakan, BPBD Sukoharjo terus melakukan pemantauan wilayah rawan bencana alam ditengah kondisi perubahan cuaca ekstrem. Salah satu yang dipantau yakni kerawanan banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Sukoharjo, Grogol, Mojolaban dan Polokarto.

“Sudah banyak relawan peduli terhadap bencana alam dan mereka turun membantu masyarakat. Salah satunya memberikan informasi kewaspadan banjir dengan memantau kondisi sungai atau kali,” ujarnya.

Kerawanan banjir semakin besar setelah ada fenomena alam La Nina dimana terjadi peningkatan curah hujan. Kondisi tersebut sangat terasa dampaknya bagi Sukoharjo karena sering dilanda banjir setiap tahun akibat luapan Sungai Bengawan Solo.

“Bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam khususnya banjir dan terlebih lagi ada fenomena alam La Nina, BPBD Sukoharjo sudah melakukan pengecekan early warning system (EWS) di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo dalam kondisi baik,” lanjutnya.

Pengecekan EWS dilakukan BPBD Sukoharjo dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Pengecekan selesai dilakukan beberapa hari lalu. Titik pengecekan dilakukan di lima lokasi berbeda tempat pemasangan EWS.

EWS tersebut seperti terpasang di Dam Colo Pengkol-Nguter, Serenan-Sukoharjo, Bacem-Grogol, Peren-Pranan Polokarto dan Laban-Mojolaban. Kelima EWS tersebut semuanya dalam kondisi baik dan berfungsi normal.

Kondisi baik EWS tersebut sangat melegakan baik BPBD Sukoharjo maupun masyarakat sekitar. Sebab keberadaan EWS sangat penting sebagai usaha membantu memberikan peringatan dini memberikan tanda bahaya banjir datang akibat luapan Sungai Bengawan Solo.

Tanda bahaya dari EWS dikatakan Sri Maryanto bisa membuat warga bersiap melakukan evakuasi menghindari bahaya banjir. Dengan demikian maka bisa menekan terjadinya korban.

krjogja.com


BERITA TERKAIT