Alun-alun Utara Dijual Secara Virtual, Begini Tanggapan Pemda DI Yogyakarta
KRJOGJA.COM | 06/01/2022 11:09
Alun-alun Utara Dijual Secara Virtual, Begini Tanggapan Pemda DI Yogyakarta
SUASANA di alun-alun saat peresmian pindahnya Pendapa Sipanji di Kota Purwokerto.

YOGYA, KRJOGJA.com – Situs penjualan bagian bumi dalam rupa virtual Next Earth ramai dibicarakan warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pasalnya, dua lokasi yakni Alun-alun Utara dan Kompleks Kepatihan dijual secara virtual dan bahkan sudah ada yang membeli.

Dari penelusuran, Rabu (5/1/2022) diketahui Alun-alun Utara sudah dimiliki oleh akun yofhiavnt dengan total 56,34 USDT dengan harga per tile 0,31 USDT. Saat ini tile yang sudah dimiliki yakni 182 per 1.000.

Untuk kompleks kantor Gubernur DIY, dalam situs tersebut tercatat dimiliki oleh Rayner Sakeru dengan pembelian sebesar 17.39 USDT dengan harga per tile 0,87 USDT. Kompleks Kepatihan ini terjual 20 per 1000 yang ditawarkan.

Kepala Bagian Humas Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji memberikan tanggapan terkait munculnya penjualan Alun-alun Utara dan Kompleks Kepatihan di situs Next Earth. Menurut dia, Pemda DIY tidak pernah menjalin kerjasama atau merekomendasikan dan mengijinkan jual beli virtual terkait aset apapun milik DIY.


“Jika ditemukan ada kasus jual beli secara virtual lewat platform apapun, sepenuhnya merupakan klaim sepihak dan tidak ada relevansi dengan kepemilikan sah aset fisik tersebut,” ungkap Ditya melalui keterangan tertulis pada wartawan.

Pemda DIY tampaknya harus bekerja cepat menyikapi hal tersebut karena dampaknya dikhawatirkan akan muncul beberapa tahun ke depan. Terlebih, dikenalkannya Metaverse belakangan akan membuat ruang-ruang virtual di seluruh bumi memungkinkan tak lagi bebas secara ekonomis.

krjogja.com


BERITA TERKAIT