Data 6.000 Pegawai Pemkab Sukoharjo Bocor
KRJOGJA.COM | 10/09/2022 18:55
Data 6.000 Pegawai Pemkab Sukoharjo Bocor
Ilustrasi Hacker. REUTERS

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Data sebanyak 6.000 pegawai Pemkab Sukoharjo bocor. Kebocoran tersebut seperti meliputi NIK, email, nomor handphone, nama lengkap dan lainnya. Hal tersebut seperti diunggah sebuah akun Twitter @darktracer_int. Kasus tersebut langsung ditangani Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sukoharjo dengan melakukan penutupan.


Sebuah akun Twitter @darktracer_int mengunggah sebuah peringatan jika data 6.000 pegawai Pemkab Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah bocor pada Jumat (9/9) malam. Akun Twitter tersebut mengunggah [ALERT] INDONESIA SUKOHARJO Regency Goverment employees data (6K) was leaked to the deep web by a bad actor.

Dalam unggahannya Twitter @darktracer_int menyertakan logo Pemkab Sukoharjo disertai keterangan jika data 6.000 pegawai dibocorkan. Kejadian tersebut membuat ramai dan mendapat tanggapan netizen.

Kepala Diskominfo Sukoharjo Suyamto, Sabtu (10/09/2022) mengatakan, membenarkan kejadian tersebut. Diskominfo Sukoharjo langsung bergerak melakukan penanganan setelah mendapat laporan kejadian. Hasilnya data sudah ditutup pada Sabtu (10/9) dinihari.

Diskominfo Sukoharjo gerak cepat agar hal-hal tidak diinginkan dampak dari kebocoran data 6.000 pegawai Pemkab Sukoharjo berlanjut. Tindakan juga dilakukan dengan pelacakan terhadap pelaku yang membocorka data pegawai.

“Dilakukan hacker. Itu hacker sama bjorka yang menyerang Kementerian Kominfo tapi berkolaborasi dengan hacker lain,” lanjutnya.

Sementara itu serangan hacker tersebut hanya terjadi berselang tiga hari setelah Pemkab Sukoharjo melaunching Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) atau Goverment CSIRT pada Selasa (06/09/2022) lalu.

Seperti sebelumnya diberitakan, Pemkab Sukoharjo menjadi kabupaten ke-14 se-Indonesia yang sudah melaunching Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) atau Goverment CSIRT. Launching SukoharjoKab-CSIRT dipimpin Bupati Sukoharjo Etik Suryani digelar di Auditorium Utama Gedung Menara Wijaya lantai 10 Pemkab Sukoharjo, Selasa (06/09/2022).

Launching SukoharjoKab-CSIRT dihadiri semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Sukoharjo. Dalam kesempatan tersebut juga diberikan paparan materi keamanan siber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sukoharjo Suyamto saat membaca laporan penyelenggara mengatakan, sampai Minggu terakhir Agustus 2022 Indonesia peringkat pertama serangan Siber lebih dari 8 juta serangan. Target utama serangan adalah situs milik pemerintah maka diperlukan pembentukan tim tanggap insiden Siber dengan nama SukoharjoKab-CSIRT.

Launching SukoharjoKab-CSIRT didasari SK Sekda Nomor 481/1285/2022 tentang Tim Tanggap Insiden Siber. Tim diharapkan dapat mendeteksi, melaporkan, menilai, menangani dan merespon insiden Siber. Fungsi ini juga bagian dari tugas para agen insiden di masing-masing perangkat daerah.

Keberadaan SukoharjoKab-CSIRT sangat penting bagi Pemkab Sukoharjo. Sebab sebagai usaha untuk memitigasi, memperbaiki dan atau mengembalikan sebuah sistem elektronik ke kondisi normal.

“Pemkab Sukoharjo merasa sangat penting melindungi diri khususnya terhadap ancaman serangan Siber pada situs milik pemerintah. Keberadaan SukoharjoKab-CSIRT sangat penting dan kepala OPD mendapatkan penjelasan dan pelatihan sebagai bentuk perlindungan terhadap situs pemerintah di masing-masing OPD,” ujarnya.

 

**


BERITA TERKAIT