UMUKA Tagih 10 Ha Hibah Lahan Kampus
KRJOGJA.COM | 29/09/2022 11:42
UMUKA Tagih 10 Ha Hibah Lahan Kampus
Ilustrasi mahasiswa wisuda. shutterstock.com

Krjogja.com - KARANGANYAR - Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) menanti realisasi hibah lahan 10 hektare dari Pemkab Karanganyar untuk pengembangan kampusnya. Sebab, kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa belum bisa terkonsentrasi di kampus utama.

Penting diketahui, UMUKA merupakan merger Akademi Pariwisata Widya Nusantara (APWN) Surakarta, Akademi Sekretari Manajemen Santa Ana (ASMI) Semarang dan Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA). Penggabungan tiga perguruan tinggi ini diinisiasi Pimpinan Dakwah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar. 

Rektor UMUKA, Syamsuri mengatakan perkuliahan UMUKA di tahun ajaran baru, masih dipusatkan di gedung dakwah muhammadiyah sebagai kampus 1 dan Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA) sebagai kampus 2. Ia menyebut masih banyak yang akan dibenahi dalam sarana dan prasarana belajar mengajar. Ia menyebut akan membangun gedung perkuliahan di sisi barat gedung dakwah. Lalu, menambah ruang gedung dakwah sampai setinggi lima lantai. Ia juga menagih janji Pemkab Karanganyar terkait hibah lahan seluas 10 hektare.

“Pemda Karanganyar akan membantu 10 hektare lahan untuk UMUKA. Ini yang masih kita nanti realisasinya,” katanya di hadapan para mahasiswa baru UMUKA di gedung dakwah Muhammadiyah, Rabu (28/9).

Menurutnya, penyediaan ruang merupakan sarana penting yang kini masih diupayakan. Adapun aspek administrasi telah dipenuhi sepertti SK pendirian UMUKA dari pemerintah pusat, SDM dan dukungan para stakeholder.

Sekretaris Daerah Setda Pemkab Karanganyar, Sutarno mengakui sejumlah MoU dengan UMUKA telah ditandatangani. Meliputi penerimaan calon peserta magang dari UMUKA ke kantor pemerintah, perkuliahan para ASN yang menghendaki kenaikan jenjang karir serta dukungan tata ruang untuk pengembangan wilayah. Hanya saja perihal hibah tanah seluas 10 hektare, hal itu akan dipelajari dulu.

“Itu (hibah 10 ha lahan) diwacanakan pak bupati. Kita pelajari dulu,” katanya.

Sementara itu Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Taaruf (Masta) diikuti 334 mahasiswa. Mereka menjalani masa orientasi selama dua hari, Rabu-Kamis (28-29/9). Adapun materi masa orientasi seperti pembelajaran kebangsaan, kampus ramah lingkungan dan anti kekerasan, pengenalan dunia akademik, organisasi kemahasiswaan dan pengenalan tingkat fakultas dan prodi. 

 

**