Merek Coca-Cola Jadi Sampah Paling Banyak di Pantai Inggris
BETAHITA.ID | 18/08/2021 12:00
Merek Coca-Cola Jadi Sampah Paling Banyak di Pantai Inggris
Merek Coca-Cola Jadi Sampah Paling Banyak di Pantai Inggris

BETAHITA.ID -  Sebuah studi mengungkapkan botol dan kaleng bermerek Coca-Cola merupakan sampah paling banyak ditemukan berserakan di pantai-pantai di Inggris.

Kemasan Coca-cola masuk bersama 12 merek lainnya ke dalam kelompok merek-mereka yang menjadi polutan dominan di pantai Inggris. Jumlah sampah itu, Berdasarkan penelitian badan amal konservasi laut Surfers Against Sewage (SAS), lebih dari separuh jumlah total sampah kemasan yang dipunguti oleh para relawan.

Dalam kegiatan penelitiannya, SAS, mengerahkan 3.913 sukarelawan yang mengumpulkan sampah barang-barang bermerek lebih dari 11.139 mil garis pantai Inggris. Dalam kegiatan yang tercatat sebagai acara pembersihan terkoordinasi terbesar di Inggris, tercatat total 9.998 item bermerek yang terafiliasi dengan 328 perusahaan.

Dari ribuan item merek yang ditemukan, masih berdasarkan penelitian badan amal konservasi laut Surfers Against Sewage (SAS), hampir dua pertiga atau setara 65% dari semua polusi kemasan bermerek di seluruh garis pantai Inggris bersumber dari 12 perusahaan. Perusahaan-perusahaan itu antara lain Coca-Cola, PepsiCo, AB InBev, McDonald's, Mondelēz International, Heineken, Tesco, Carlsberg Group, Suntory, Haribo, Mars dan Aldi. Hugo Tagholm, kepala eksekutif badan amal tersebut mengatakan, “Laporan Audit Merek tahunan kami sekali lagi mengungkapkan volume mengejutkan dari polusi plastik dan kemasan yang datang langsung dari perusahaan besar dan beberapa merek mereka yang paling terkenal.”

Menurut Hugo, atas temuan ini pemerintah Inggris perlu meminta pertanggungjawaban perusahaan-perusahaan ini dan mematikan keran polusi plastik dan kemasan yang membanjiri lautan.

Sebenarnya di Inggris telah ditetapkan aturan untuk pemberlakuan skema insentif daur ulang -di mana pelanggan membayar lebih kepada pemilik kemasan agar bisa melakukan daur ulang produknya. Namun, pemerintah berdalih pandemi Covid-19 membuyarkan penerapannya.

Seorang juru bicara Coca-Cola mengatakan mereka peduli untuk mengurangi limbah kemasan. Bahkan mereka mengklaim semua kemasannya 100% dapat didaur ulang. “Sangat mengecewakan melihat ada kemasan yang berserakan dan itulah mengapa kami mendukung pengenalan skema pengembalian deposit yang dirancang dengan baik, yang akan mendorong orang untuk mendaur ulang daripada membuang sampah sembarangan. Di Inggris Raya, kami terus bekerja dengan banyak organisasi untuk mendorong lebih banyak daur ulang saat bepergian dan kami secara aktif mendukung sejumlah inisiatif dengan tujuan menjadikan sampah sebagai masa lalu.”

Atas temuan ini, SAS meminta perusahaan untuk mengurangi kemasan mereka dan beralih ke model isi ulang serta skema pengembalian semula. Laporan Audit Merek memperkirakan bahwa lebih dari setengah (52%) polusi dari “kemasan kotor" perusahaan akan ditanggulangi melalui skema semacam itu, termasuk 80% produk Coca-Cola.


BERITA TERKAIT