Ini Penyebab Pagu SMPN di Bojonegoro Tak Terpenuhi
SUARABANYUURIP.COM | 30/05/2022 13:00
Ini Penyebab Pagu SMPN di Bojonegoro Tak Terpenuhi
Ilustrasi PPDB

SuaraBanyuurip.com, Bojonegoro - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMPN di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sudah ditutup Rabu (25/5/2022) lalu. Namun, meski diperpanjang hingga tiga hari pagu yang ditentukan setiap sekolah masih belum terpenuhi.

Dari pagu keseluruhan 49 SMPN di Bojonegoro sebanyak 9.919 siswa, masih belum terpenuhi sekitar 4.450 siswa.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, Suyanto mengatakan, PPDB SMPN belum maksimal karena pagu di setiap sekolah belum terpenuhi. Namun, Disdik akan melakukan evaluasi untuk peningkatan sumber daya manusia dan inovasi guru.

"Evaluasi perlu dilakukan karena masih terdapat beberapa sekolah yang masih kekurangan siswa," katanya, Minggu (29/5/2022).

Dia mengatakan, penyebab pagu belum terpenuhi juga karena lulusan dari SD sekitar 13 ribu siswa, sekitar 4.450 siswa tidak semua mendaftar di SMPN. Bahkan kebanyakan lebih memilih ke sekolah swasta hingga ke pondok pesantren.

"Rinciannya SMP Swasta sebanyak 3.300 siswa, 150 siswa memilih sekolah di luar kota, dan 250 siswa melanjutkan di pondok pesantren," katanya.

Karena itu, besok Senin akan dilakukan evaluasi dan memfasilitasi calon siswa yang belum mendaftarkan diri ke sekolahan. Hal ini agar bisa mendaftar ke sekolah tanpa harus melihat jalur masuknya.

"Tahapan yang di sekolah kalau pemerataan tetap kami bisa fasilitasi yang belum mendaftar," katanya.

 

suarabanyuurip.com

 


BERITA TERKAIT