Dinas Pertanian Pulang Pisau Data Kerusakan Padi Akibat Hujan Badai
BORNEONEWS.CO.ID | 24/07/2021 21:05
Dinas Pertanian Pulang Pisau Data Kerusakan Padi Akibat Hujan Badai
Pengendara motor melintas di samping tiang listrik yang patah akibat diterjang angin kencang di Kota Kupang, NTT, Senin, 5 April 2021. Angin kencang tersebut dipengaruhi badai siklon Seroja yang tengah terbentuk di wilayah NTT. ANTARA/Kornelis Kaha

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Dinas Pertanian Pulang Pisau melakukan pendataan kerusakan padi yang ada di lahan pertanian yang masuk dalam areal food estate akibat hujan badai.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pulpis Slamet Untung Rianto mengatakan pendataan tersebut dilakukan dengan langsung turun ke lapangan.

 “Pendataan tersebut kita lakukan di Desa Belanti Siam dan Desa Gedabung, Kecamatan Pandih Batu yang lokasi pertaniannya mengalami kerusakan akibat cuaca ekstreme,” katanya.

Menurutnya, akibat kerusakan tersebut, hamparan padi menjadi roboh dan bahkan sebagian terendam air.

Karena kondisi tersebut kata Slamet, terpaksa para petani harus memanen lebih awal, dan ia mengakui kerusakan sekitar 20 persen, dan selebihnya bisa dilakukan panen lebih awal.

“Hamparan padi yang diterpa hujan badai yang mengalami roboh cukup luas. Meskipun demikian, sebagian padi ini sudah ada yang bisa di panen atau sekitar 50 persen sudah bisa di panen,” bebernya.

Sebelumnya cuaca ektrem hujan lebat disertai angin kencang menghantam sejumlah lahan pertanian padi dikawasan food estate di Desa Belanti Siam dan Desa Gedabung, Kecamatan Pandih Batu. Pada Selasa, 20 Juli 2021 sekitar pukul 19.30 WIB.

Akibatnya, sejumlah lahan pertanian padi tersebut terancamm gagal panen karena mengalami kerusakan seperti padi roboh dan terendam air.

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT