Babi Ternak di Kalteng yang Mati Mendadak Mencapai Ribuan
BORNEONEWS.CO.ID | 19/10/2021 16:31
Babi Ternak di Kalteng yang Mati Mendadak Mencapai Ribuan
Peternakan babi [www.swineweb.com]

BORNEONEWS, Palangka Raya - Babi ternak di Kalteng yang mati mendadak dilaporkan telah mencapai angka ribuan. Kematian itu diduga akibat serangan virus demam babi afrika atau African Swine Fever (ASF). 

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng, Sunarti melalui Fungsional Medik Veteriner Ahli Madya, Nina Ariani mengatakan, sudah 1.286 ekor hewan ternak babi yang dilaporkan mati mendadak.

"Dari laporan yang diterima terima, ada 1.286 ekor ternak babi yang telah dilaporkan mati mendadak," katanya, Senin, 18 Oktober 2021.

Laporan itu berasal Kabupaten Pulang Pisau, Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Murung Raya.

Meski bukan termasuk penyakit menular ke manusia, namun Neni mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mengonsumsi ternak babi yang terindikasi ataupun memiliki gejala klinis mengidap penyakit Demam Babi Afrika.

 

BERITA TERKAIT