Bupati Kobar Resmikan Astana Alnursari Sebagai Rumah Peradaban
BORNEONEWS.CO.ID | 17/11/2021 12:02
Bupati Kobar Resmikan Astana Alnursari Sebagai Rumah Peradaban
Tampak dari ketinggian salah satu alat berat jenis excavator tengah berada di lahan kawasan hutan produksi yang tengah dibuka di sekitar jalur jalan lintas Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah./Foto: Dok. Save Our Borneo

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam rangka melestarikan situs budaya dan membangun sektor pariwisata, Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah meresmikan kawasan situs Keraton Astana Alnursari di Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kecamatan Kotawaringin Lama sebagai rumah peradaban, Selasa, 16 November 2021.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Balai Arkeologi Kalimantan Selatan beserta anggotanya, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kalteng, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kalteng, Disdik Kobar dan Lamandau, Balai Pelestarian Cagar Budaya Kaltim, Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalbar, unsur Forkopimcam dan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Kobar Nurhidayah menyampaikan sangat mendukung penuh kegiatan 'Rumah Peradaban' yang diselenggarakan oleh Balai Arkeologi Kalimantan Selatan. Sehingga, situs budaya dan sejarah yang ada ini dapat dijaga dan lestari.

"Di tempat ini (Astana Alnursari) leluhur kita telah meletakkan nilai dasar-dasar keadaban, nilai yang harus terus kita lestarikan untuk kejayaan Kotawaringin Barat," kata Nurhidayah.

Dia menuturkan, di tempat ini pula, para leluhur pernah berkumpul dan berdiskusi memikirkan kejayaan Kotawaringin. "Hari ini, di tempat ini, mari bersama-sama kembali melakukan hal yang sama melalui kegiatan Rumah Peradaban," ungkapnya.

Di antaranya, meningkatkan kualitas hidup manusia melalui pendidikan kesehatan dan olahraga, meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan bermasyarakat, melestarikan situs budaya kesenian lokal dan masyarakat lainnya demi meningkatkan kunjungan wisata.

"Situs-situs budaya yang tersebar di sungai Arut dan Lamandau ini merupakan bukti dari kejayaan Kotawaringin. Melalui tapak tilas ke situs-situs budaya tersebut, kami berharap nilai-nilai keadaban leluhur kita dapat diteruskan ke generasi sekarang," ungkapnya.

Ia menambahkan, pendidikan merupakan modal utama dalam pembangunan Kotawaringin Barat. Kegiatan dalam Rumah Peradaban ini, telah menyasar anak-anak didik di Kotawaringin Barat supaya menjadi berkarakter.

"Dalam situs budaya yang ada ini, banyak sekali yang dapat dipelajari, bahwa toleransi dan keberagaman telah dijalankan dari leluhur di Kotawaringin," pungkasnya.

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT