Sebagian Wilayah Kotim Berstatus Mudah Terbakar
BORNEONEWS.CO.ID | 31/05/2022 10:30
Sebagian Wilayah Kotim Berstatus Mudah Terbakar
Foto udara kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Kamis, 29 Agustus 2019. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel hutan dan lahan yang terbakar dari bulan Januari hingga Agustus 2019 mencapai lebih dari 1.832 hektare dan masih terus meluas. ANTARA

BORNEONEWS, Sampit - Sebagian wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berstatus sangat mudah terbakar.  Sementara di sisi lain pertumbuhan awan di kabupaten itu minim. 

"Sebagian wilayah terutama bagian Selatan Kotim, berstatus sangat mudah terbakar. Lainnya berstatus mudah terbakar dan sebagian kecil kategori aman," ungkap Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Musuhanaya, Senin, 30 Mei 2022. 

Sementara berdasarkan citra satelit Himawari Infra Red Enhanced pukul 07.00 menunjukkan tidak terdapat pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kotawaringin Timur. 

Kondisi ini rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan. Sebab kondisi daratan yang saat ini kering. 

Tak hanya itu pada Minggu, 29 Mei 2022, juga terpantau titik panas di Kotawaringin Timur. Dua titik panas terdeteksi satelit di Kecamatan Antang Kalang dan Kecamatan Mentaya Hulu. 

"Adapun berdasarkan prakiraan curah hujan dalam 24 jam ke depan berdasarkan Weather Research Forecasting Data Assimilation berpotensi hujan ringan," tambahnya. 

Pihak BMKG berharap dengan adanya informasi prakiraan cuaca ini dan analisa kondisi cuaca ini, dapat menjadi bahan acuan dalam membuat kebijakan. Sehingga dapat memetakan potensi bencana akibat fenomena cuaca terkini. 

 

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT